Lindungi Siswa dari Kabut Asap, Disdikbud Meranti Terapkan PJJ 9-10 Oktober
Sekolah yang mengalami kendala listrik atau jaringan internet dapat menggunakan modul penugasan untuk pembelajaran dari rumah. Dengan cara itu, proses pendidikan tetap dapat berlangsung meski sarana pendukung pembelajaran daring terbatas.
Dari sisi keluarga, orang tua atau wali murid diminta memastikan anak tetap berada di rumah dan mengikuti kegiatan pembelajaran. Aktivitas di luar ruangan juga perlu dikurangi.
Sementara guru dan tenaga kependidikan yang sehat tetap masuk ke sekolah sesuai pengaturan kepala satuan pendidikan. Mereka diminta mengenakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Raja mengatakan kebijakan tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara. Untuk pembelajaran pada Senin (12/10/2026), keputusan akan disesuaikan dengan situasi terbaru dan akan diinformasikan kemudian.
“Kita tidak ingin menunggu sampai kondisi semakin buruk atau semakin banyak anak yang mengalami gangguan kesehatan. Yang paling penting sekarang kesehatan dan keselamatan mereka. Kalau keadaan sudah membaik, pembelajaran tatap muka tentu akan kita sesuaikan kembali,” kata Raja.
Menurut Raja, pengambilan keputusan tersebut memang dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan data pengukuran kualitas udara. Meranti belum memiliki alat untuk mengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) secara langsung. Karena itu, laporan sekolah dan kondisi udara yang terlihat di lapangan menjadi bahan pertimbangan sementara.
Selain sekolah di bawah Disdikbud, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti juga diminta berkoordinasi untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya. **
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









