Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Wabup Kampar Misharti Luncurkan Buku Tenun Akar, Angkat Peran Perempuan dalam Kepemimpinan

PEKANBARU – Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti meluncurkan buku berjudul Tenun Akar: Dari Rumah Bermula Peradaban, Dari Perempuan Lahir Kepemimpinan Berkebijakan, Ahad (1/11/2026). Peluncuran yang digelar di Gedung Miranda Convention Center, Pekanbaru, tersebut bertepatan dengan momentum ulang tahunnya pada 29 Oktober 2026.

Buku itu mengangkat pemikiran tentang keluarga, perempuan, agama, adat, dan kepemimpinan. Gagasan utamanya bertolak dari keluarga sebagai fondasi peradaban serta peran perempuan dalam membentuk generasi dan melahirkan kepemimpinan yang berlandaskan kebajikan.

Peluncuran buku ditandai dengan penekanan tombol oleh Misharti. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr. Syahrial Abdi yang mewakili Plt. Gubernur Riau, mantan Gubernur Riau periode 2016–2018 Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, mantan Wakil Gubernur Riau, serta mantan Pj. Bupati Kampar Muhammad Firdaus.

Hadir pula Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso, Ketua TP-PKK Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, Ketua DWP Kampar Yuni Pratiwi Sari Ardi, unsur Forkopimda, anggota DPRD, camat, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Syahrial Abdi menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Riau atas peluncuran buku tersebut. Dia menilai, buku Tenun Akar memuat pesan penting tentang hubungan keluarga, perempuan, dan kepemimpinan dalam membangun kehidupan masyarakat.

Menurut dia, keluarga menjadi fondasi utama, perempuan merupakan kekuatan perubahan, sedangkan kepemimpinan menjadi jalan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga peluncuran buku ini juga menjadi inspirasi untuk generasi muda kita, yang mana perempuan bukan penghalang untuk melakukan kebaikan dalam pembangunan,” ujarnya.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar juga mengapresiasi peluncuran buku tersebut. Dia menilai Misharti merupakan sosok yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab.

Kiprah serta pengabdian Misharti dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pemberdayaan perempuan agar semakin berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

“Semoga peluncuran buku Tenun Akar diharapkan menjadi inspirasi bagi perempuan, khususnya di Kabupaten Kampar, untuk terus berkarya, meningkatkan kapasitas diri, serta berani mengambil peran dalam berbagai bidang,” kata Ahmad Yuzar.

Sementara itu, Misharti menjelaskan bahwa judul Tenun Akar memiliki makna filosofis yang mendalam. Melalui tema keluarga, perempuan, dan cara memimpin, dia ingin menegaskan bahwa rumah merupakan tempat pertama manusia mengenal kehidupan.

Di dalam keluarga, seseorang belajar tentang agama, moral, sopan santun, kejujuran, kedisiplinan, kasih sayang, hingga tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam membentuk karakter seseorang, termasuk ketika kelak menjalankan kepemimpinan.

Menurut Misharti, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun generasi dan membentuk karakter kehidupan. Perempuan tidak hanya menjadi penjaga nilai dalam keluarga, tetapi juga mampu tampil sebagai pemimpin, penggerak perubahan, pengambil keputusan, dan inspirasi bagi masyarakat.

Dia menjelaskan, kepemimpinan berkebajikan merupakan kepemimpinan yang berlandaskan hati nurani, moral, kebijaksanaan, empati, keadilan, keteladanan, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

“Untuk itu, dalam makna tersebut merupakan jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah rumah, karena dari sanalah karakter pemimpin dibentuk dan masa depan peradaban ditentukan. Dan jangan pernah mengecilkan peran perempuan, karena perempuan bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga penenun masa depan dan pelahir kepemimpinan yang berlandaskan kebajikan,” ungkapnya.

Selain peluncuran buku, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peresmian Gedung Miranda Convention Center dan Masjid Ashabul Miranda.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti. Prosesi tersebut disaksikan Syahrial Abdi, Arsyadjuliandi Rachman, Muhammad Firdaus, dan Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso. (mc/ppos)

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari