Banpas Cup II Kembali Digelar, Libatkan 180 Pemain dari Bengkalis hingga Meranti
BENGKALIS – Banpas Cup II resmi bergulir di Lapangan Sepak Bola Desa Pasiran, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Ahad (5/7). Turnamen sepak bola yang diikuti sekitar 180 pemain dari empat kecamatan ini tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga diharapkan menjadi wadah pembinaan dan mempererat kebersamaan antarpemuda.
Sebelum seremoni pembukaan, panitia lebih dulu menggelar laga perdana antara Donatur FC melawan Lintas Batas FC. Donatur FC berhasil mengamankan kemenangan 2-0.
Ketua Panitia Banpas II Cup, Arif Rahman, mengatakan turnamen ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah edisi sebelumnya mendapat respons positif dari masyarakat. Menurutnya, kompetisi ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat di bidang olahraga sekaligus memperkuat silaturahmi.
“Melalui turnamen ini kami ingin mempererat silaturahmi antarpemuda sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas. Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat tinggi,” ujarnya.
Arif menjelaskan, sebanyak 180 peserta berasal dari Kecamatan Bantan, Bengkalis, Bukit Batu (Pakning), dan Kepulauan Meranti. Mereka dibagi ke dalam 12 tim yang terbagi lagi menjadi empat grup dan akan bersaing hingga babak final. Turnamen dijadwalkan berlangsung sekitar dua pekan.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Banpas II Cup didanai dari biaya pendaftaran peserta sebesar Rp50 ribu per orang serta dukungan para donatur yang peduli terhadap perkembangan olahraga di daerah.
Arif juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Bantan, Pemerintah Desa Pasiran, Pemerintah Desa Bantan Tua, para donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung sehingga turnamen kembali dapat digelar.
Camat Bantan, Aulia Fikri, yang membuka secara resmi turnamen tersebut mengapresiasi kerja keras panitia dalam menyelenggarakan Banpas II Cup untuk kedua kalinya.
Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang digemari berbagai kalangan sehingga turnamen seperti ini menjadi sarana positif untuk mengembangkan bakat, mempererat persaudaraan, dan membangun kekompakan antarpemuda.
“Yang menarik dari turnamen ini, para pemain dari berbagai daerah dilebur menjadi satu tim. Konsep seperti ini mampu membangun kebersamaan dan kekompakan, bahkan belum pernah saya lihat diterapkan di daerah lain,” ungkapnya.
Aulia berharap Banpas II Cup mampu memotivasi anak-anak untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang olahraga. Ia juga menyoroti dibukanya pendaftaran Sekolah Sepak Bola (SSB) Angkara di Lapangan Pasiran sebagai upaya pembinaan usia dini agar lahir pesepak bola berprestasi di masa mendatang.
Usai pembukaan, turnamen dilanjutkan dengan pertandingan kedua yang mempertemukan Tupai King FC melawan Badai Selatan FC. Tupai King FC keluar sebagai pemenang setelah menaklukkan lawannya dengan skor 3-1.
Pembukaan Banpas II Cup turut dihadiri Penjabat Kepala Desa Pasiran, Penjabat Kepala Desa Bantan Tua, Ketua BPD Desa Bantan Tua, jajaran panitia, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan masyarakat, Banpas II Cup diharapkan dapat menjadi agenda olahraga tahunan yang tidak hanya menghadirkan kompetisi berkualitas, tetapi juga memperkuat persatuan serta melahirkan talenta-talenta muda sepak bola yang mampu mengharumkan nama Kecamatan Bantan dan Kabupaten Bengkalis.
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









