Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Rumah Sakit Pratama di Pulau Rangsang Ditargetkan Beroperasi November

Kegiatan uji petik Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (3/11/2026).

MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tengah mempersiapkan pengoperasian Rumah Sakit Pratama di Pulau Rangsang. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut diharapkan dapat memangkas kesulitan masyarakat perbatasan dalam memperoleh pelayanan medis.

Rumah sakit yang berada di kawasan berhadapan langsung dengan Selat Malaka itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kendala jarak dan kondisi geografis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Ade Suhartian, S.H., M.M., mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sedang mengupayakan penyelesaian perizinan agar rumah sakit tersebut dapat segera beroperasi.

“Kami akan mengoperasionalkan Rumah Sakit Pratama yang berada di wilayah perbatasan. Mudah-mudahan bisa dioperasikan pada November ini,” ujarnya saat kegiatan uji petik Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (3/11/2026).

Ade menjelaskan, pada tahap awal operasional rumah sakit tersebut membutuhkan dokter umum dan tenaga kesehatan lainnya. Namun, kebutuhan dokter spesialis juga menjadi perhatian agar pelayanan yang tersedia semakin lengkap.

Menurutnya, kondisi geografis Meranti sebagai daerah kepulauan dan perbatasan membutuhkan perhatian khusus pemerintah pusat, terutama dalam pemenuhan sumber daya manusia kesehatan.

Karena itu, ia berharap Kemenkes dapat memberikan kebijakan khusus untuk mendukung operasional fasilitas kesehatan di daerah dengan tingkat kesulitan geografis seperti Meranti.

“Karena rumah sakit itu berada di perbatasan dan daerahnya juga daerah sulit, kami berharap ada kebijakan khusus dari Kementerian Kesehatan, terutama yang berkaitan dengan sumber daya kesehatan,” katanya.

Ade juga mengusulkan agar perhatian pemerintah pusat tidak hanya diberikan kepada dokter spesialis dan subspesialis, tetapi turut menyentuh dokter umum yang bertugas di daerah perbatasan.

“Permohonan kami bukan hanya untuk kawan-kawan spesialis, tetapi juga dokter umum yang bertugas di daerah perbatasan. Kalau memang memungkinkan, kami berharap ada semacam penghargaan atau tunjangan khusus bagi tenaga kesehatan yang mengabdi di daerah seperti ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ade memastikan pemberian hak tenaga dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit di Meranti selama ini berjalan tanpa kendala. Dukungan diberikan melalui anggaran pemerintah daerah maupun tunjangan khusus dari Kemenkes bagi dokter yang memenuhi persyaratan.

“Untuk dokter spesialis yang ada di rumah sakit kita di Meranti sekarang, alhamdulillah tidak ada kendala. Baik tunjangan dari kementerian maupun tunjangan dari daerah sendiri, kami rutin membayarkannya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah, S.H., menegaskan pemerintah daerah terus berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga medis. Menurutnya, keberadaan dokter dan tenaga kesehatan yang memadai menjadi kunci agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan tanpa harus berobat ke luar daerah.

Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar dalam kegiatan tersebut diwakili Sudandri. Hadir pula Administrator Kesehatan Ahli Muda Kemenkes RI Rame Manurita Verysanti Siahaan, SKM., M.K.M., serta jajaran terkait.

Pemkab Meranti berharap dukungan pemerintah pusat terhadap Rumah Sakit Pratama Pulau Rangsang dapat mempercepat pemerataan fasilitas dan tenaga kesehatan, sekaligus memperkuat pelayanan medis di kawasan perbatasan.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari