Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

LAMR Meranti Buka Ruang Santri Mengenal Sastra dan Budaya Melayu

Oplus_131072

MERANTI – Cerita Melayu tidak lahir sekadar sebagai hiburan. Di dalamnya tersimpan tunjuk ajar, nilai kehidupan, hingga pesan keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Nilai itulah yang coba didekatkan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti kepada kalangan pelajar. Sebanyak 90 santri Pondok Pesantren Darul Fikri Selatpanjang diajak mengenal lebih jauh sastra dan kebudayaan Melayu melalui kegiatan Syarahan Sastra Budaya dan bedah buku cerita Melayu, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Sosialisasi Kebudayaan Melayu yang dilaksanakan LAMR Meranti. Namun, sasaran kegiatan kali ini dibuat lebih spesifik dengan membawa pembahasan sastra budaya ke lingkungan pendidikan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si. mengatakan, pengenalan sastra Melayu kepada generasi muda penting dilakukan agar kebudayaan daerah tidak berhenti sebagai warisan masa lalu.

Di tingkat pendidikan dasar dan menengah, kata dia, materi yang disampaikan memang dibatasi pada ranah sastra budaya. Bedah buku cerita Melayu juga sengaja dimasukkan agar santri tidak hanya mengenal kebudayaan secara teori, tetapi dapat melihat bagaimana karya sastra Melayu dibentuk oleh nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Menurut Afrizal, sastra Melayu memiliki hubungan erat dengan nilai keislaman. Karena itu, cerita-cerita Melayu dapat menjadi salah satu pintu untuk memahami bagaimana budaya, agama, dan kehidupan masyarakat Melayu saling berkelindan.

“Gunanya supaya para santri dapat memahami bagaimana sebuah karya sastra Melayu itu lahir tentu beriringan dengan sendi-sendi keislaman,” ujarnya.

Ia berharap pengenalan seperti ini dapat membuat generasi muda semakin dekat dengan identitas budaya Melayu. Terlebih, lingkungan pesantren dinilai memiliki ruang yang kuat untuk mengembangkan pemahaman tersebut melalui pendidikan dan pembinaan karakter.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fikri, Datuk Buya H. Ahmad Fauzi, menyambut baik kegiatan yang digagas LAMR Meranti tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan tambahan wawasan bagi santri sekaligus mempertemukan pendidikan dengan khazanah budaya Melayu.

“Kami menyambut baik,  tawaran dari LAMR Kepulauan Meranti untuk bekerja sama dalam kegiatan ini. Alhamdulillah, kegiatan Syarahan Sastra Budaya dapat juga terlaksana di sini. Kami yakin, dengan kegiatan ini banyak tunjuk ajar dan ilmu yang diberikan kepada para santri kami. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LAMR Kepulauan Meranti,” ungkap Datuk Buya H. Ahmad Fauzi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penyelaras Bidang Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan LAMR Datuk Khairan Efendi, M.Pd.I., bersama sejumlah pengurus LAMR.

Dari pihak pesantren hadir Kepala SMA IT Darul Fikri Dr. Amrul Fahmi, M.Pd.I., Kepala SMP IT Umi Fatmi Hayati, S.Ag., M.Pd., serta sejumlah guru dan pengasuh.

Puluhan santri mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya membahas karya sastra, tetapi juga mengajak peserta melihat pesan dan nilai yang terkandung di balik cerita Melayu.

Bagi LAMR Meranti, ruang pendidikan menjadi salah satu jalur penting untuk memastikan kebudayaan Melayu tetap dikenal dan dipahami oleh generasi penerus. Bukan hanya sebagai simbol identitas daerah, tetapi sebagai bagian dari nilai yang dapat terus dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama serta penyerahan tanda mata dari LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti kepada pihak Pondok Pesantren Darul Fikri.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari