Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Kepulauan Meranti Punya 29 Pondok Pesantren dan 1.700 Santri

Ketua FKPP Kepulauan Meranti, Kiai M. Nurdin, S.Pd.I., dalam pertemuan bersama Bupati AKBP (Purn) H. Asmar, Sabtu (24/10/2026) malam.

MERANTI – Di balik pembangunan infrastruktur dan berbagai program pemerintah, Kabupaten Kepulauan Meranti ternyata memiliki kekuatan besar dalam mencetak generasi muda berkarakter. Sebanyak 29 pondok pesantren kini menjadi tempat menimba ilmu bagi sekitar 1.700 santri yang bermukim.

Data tersebut diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kepulauan Meranti, Kiai M. Nurdin, S.Pd.I., dalam pertemuan bersama Bupati AKBP (Purn) H. Asmar, Sabtu (24/10/2026) malam.

Nurdin menilai keberadaan puluhan pesantren itu menjadi modal penting bagi daerah dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga dibekali pendidikan agama dan akhlak.

“Pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi muda. Kami ingin para santri tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” ungkap Nurdin.

Menurutnya, keberadaan pesantren perlu terus mendapatkan perhatian agar proses pendidikan dan pembinaan santri semakin berkembang.

Bupati Asmar mengapresiasi kontribusi lembaga pendidikan Islam tersebut. Dia menilai pesantren telah mengambil peran penting dalam membentuk generasi yang religius, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial.

“Keberadaan 29 pondok pesantren dengan sekitar 1.700 santri merupakan potensi besar bagi Kepulauan Meranti. Mereka adalah bagian dari generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah,” ujar Asmar.

Mantan perwira Polri itu berharap hubungan pemerintah daerah dengan kalangan pesantren semakin erat, terutama dalam mendukung pembangunan bidang pendidikan dan keagamaan.

Terkait dukungan anggaran, Asmar menjelaskan bahwa bantuan hibah bagi pondok pesantren tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta ketentuan yang berlaku.

“Kami memahami kebutuhan pondok pesantren. Namun, setiap bantuan tentu harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah agar pelaksanaannya tetap sesuai aturan,” jelasnya.

Asmar juga mengajak para kiai dan pengelola pesantren terus menjaga kerukunan serta menjadi teladan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.

Dia berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat visi pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti, yakni “Meranti Unggul, Agamis dan Sejahtera”.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari