Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Riau Pesisir Digadang Jadi Poros Maritim Baru Indonesia, Wabup Meranti Beberkan Alasannya

Wabup Muzamil saat menghadiri rapat Badan Pekerja DOB Riau Pesisir di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Sabtu (24/10/2026).

PEKANBARU – Rencana pembentukan Provinsi Riau Pesisir dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan kekuatan ekonomi maritim baru Indonesia. Posisi geografisnya yang berada di jalur perdagangan internasional menjadi salah satu keunggulan utama kawasan tersebut.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M., M.M., mengatakan kawasan pesisir Riau memiliki potensi strategis untuk berkembang menjadi pusat perdagangan, investasi, dan industri maritim.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri rapat Badan Pekerja Daerah Otonomi Baru (DOB) Riau Pesisir di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Sabtu (24/10/2026).

“Riau Pesisir memiliki peluang menjadi poros kekuatan maritim baru Indonesia. Letaknya yang strategis di Selat Melaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia sekaligus choke point perdagangan internasional, merupakan keunggulan besar untuk mengembangkan ekonomi maritim, perdagangan, dan investasi,” ujar Muzamil.

Menurutnya, letak kawasan yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka merupakan modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang investasi baru.

Namun, Muzamil mengingatkan bahwa keunggulan geografis saja tidak cukup. Diperlukan perencanaan matang, penguatan kerja sama antardaerah, serta komitmen bersama agar potensi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dia menegaskan, pembentukan provinsi baru harus memiliki tujuan yang jelas, terutama mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Karena itu, Muzamil berharap perjuangan DOB Riau Pesisir tidak hanya berorientasi pada pembentukan wilayah administratif, tetapi juga mampu menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.

Rapat tersebut dihadiri perwakilan lima kabupaten/kota, yakni Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, dan Kota Dumai.

Pertemuan itu turut membahas usulan nama provinsi, calon ibu kota, serta strategi memperkuat perjuangan pembentukan Riau Pesisir.

Muzamil berharap sinergi seluruh daerah terus diperkuat sehingga potensi kawasan pesisir dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.

Dengan dukungan infrastruktur, investasi, dan kebijakan pembangunan yang tepat, Riau Pesisir diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam perekonomian maritim nasional.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari