Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Dari Toa hingga Patroli Desa, Begini Strategi Kapolres Meranti Tekan Karhutla

MERANTI – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti diperkuat dari berbagai lini. Menjelang kunjungan Kapolda Riau dalam rangka patroli karhutla, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., meminta seluruh jajarannya bergerak aktif memastikan wilayah hukum masing-masing bebas dari kebakaran.

Arahan tersebut disampaikan Kapolres kepada para Kapolsek, Bhabinkamtibmas dan jajaran personel. Ia meminta langkah pencegahan ditingkatkan setidaknya selama sepekan ke depan dengan mengedepankan patroli, sosialisasi dan keterlibatan masyarakat.

Kapolres tidak ingin upaya pencegahan hanya dilakukan di atas kertas. Personel di lapangan diminta turun langsung menemui masyarakat, terutama di lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga.

Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek diminta memanfaatkan kendaraan yang dilengkapi pengeras suara maupun membawa toa untuk menyampaikan imbauan secara langsung. Sosialisasi dapat dilakukan di titik-titik keramaian, termasuk saat berlangsungnya pertandingan mini soccer maupun kegiatan masyarakat lainnya.

Pesan yang disampaikan terutama mengenai bahaya dan larangan membakar hutan maupun lahan. Selain imbauan, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman mengenai sanksi pidana yang dapat dikenakan terhadap pelaku pembakaran.

Kapolres meminta pemasangan banner dan spanduk pencegahan karhutla kembali digencarkan di berbagai lokasi. Menurutnya, informasi mengenai ancaman hukuman perlu terus disampaikan agar masyarakat memahami bahwa pembakaran lahan bukan persoalan sederhana dan dapat berujung pada proses hukum.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menimbulkan efek jera sekaligus mencegah masyarakat melakukan pembakaran, khususnya dalam aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan.

“Seluruh bhabin dan kapolsek bersama anggotanya seminggu kedepan memastikan tidak ada karhutla di wilkumnya masing masing,” ujar AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita kepada wartawan, Senin (10/8/2026).

Selain sosialisasi, patroli juga akan diperkuat hingga ke tingkat desa. Kapolsek dan Bhabinkamtibmas diminta berkoordinasi dengan instansi terkait, pemerintah desa serta Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk bersama-sama melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.

Kapolres juga mendorong kepala desa memberikan dukungan kepada anggota MPA yang aktif melakukan patroli, termasuk menyiapkan insentif sebagai bentuk perhatian terhadap mereka yang rutin terlibat dalam upaya pencegahan karhutla.

Menurutnya, keterlibatan MPA dan pemerintah desa sangat penting karena masyarakat setempat memiliki pengetahuan terhadap kondisi wilayah dan dapat membantu mendeteksi potensi kebakaran lebih awal.

Seluruh kegiatan pencegahan yang dilakukan jajaran juga diminta didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Dokumentasi tersebut nantinya akan ditampilkan pada Kamis sebagai bagian dari upaya memperlihatkan berbagai langkah yang telah dilakukan kepolisian bersama masyarakat.

Kapolres menilai publikasi kegiatan tersebut juga penting untuk memperluas pesan pencegahan kepada masyarakat. Langkah preemtif dan preventif yang dilakukan di lapangan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan internal kepolisian, tetapi ikut mendorong kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah dari ancaman karhutla.

“Semoga upaya dan kinerja kita menjadi ladang ibadah untuk kita semua dan biarkan Tuhan yg membalasnya berkali kali lipat rekan rekan,” pesannya.

Kapolres pun meminta seluruh personel tetap menjaga semangat dan kekompakan dalam menjalankan tugas. Upaya pencegahan karhutla, kata dia, membutuhkan kepedulian dan kerja bersama agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari