Berkunjung ke Meranti, Konsul Malaysia Buka Peluang Kerjasama Strategis
Di bidang pendidikan, Pemkab Kepulauan Meranti juga mendorong terjalinnya kerja sama pendidikan vokasi dengan berbagai institusi di Malaysia. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat regional.
Sementara itu, Wakil Bupati Muzamil Baharudin mengungkapkan masih tingginya jumlah pekerja migran asal Kepulauan Meranti yang bekerja di Malaysia melalui jalur nonprosedural.
Menurutnya, sekitar 85 persen pekerja migran yang masuk melalui Batu Pahat dan Kukup belum menggunakan mekanisme resmi. Mayoritas bekerja di sektor perkebunan, konstruksi, restoran, kebersihan, dan jasa pelayanan.
“Kondisi ini meningkatkan risiko eksploitasi, penipuan, minimnya perlindungan hukum, hingga tidak adanya jaminan kesehatan dan keselamatan kerja,” kata Muzamil.
Karena itu, Pemkab Meranti terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi agar masyarakat dapat bekerja sebagai tenaga kerja terampil (skilled worker) dengan perlindungan hukum serta penghasilan yang lebih baik.
Di sektor ekonomi, Muzamil juga menyampaikan bahwa Pemkab Meranti telah mengundang sejumlah pelaku usaha dari Johor Bahru untuk melihat langsung potensi perkebunan, perikanan, dan komoditas unggulan daerah sebagai upaya membuka peluang investasi dan perdagangan.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Konsul Malaysia di Pekanbaru, Muhammad Husni Sahiran bin Ismail, menyambut positif inisiatif Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Semua hasil pembahasan pada hari ini akan kami sampaikan kepada kementerian dan instansi terkait di Malaysia untuk ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing,” ujar Husni.
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









