40 Klub Berebut Gelar Juara di Torpedo Jilid II, Sekda Meranti Ingatkan Hal Ini
MERANTI – Persaingan puluhan klub voli mulai memanas di Lapangan Torpedo, Kampung Baru, Kepulauan Meranti. Sebanyak 40 klub putra dan putri ambil bagian dalam Semi Open Turnamen Volley Ball Torpedo Jilid II 2026 yang resmi bergulir, Sabtu (26/9/2026).
Turnamen tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah mewakili Bupati AKBP (Purn) H. Asmar. Kompetisi ini sekaligus menjadi ruang bagi pemain muda menambah jam terbang dan mengasah mental bertanding.
Ketua Panitia Adi Safrizal mengatakan, Torpedo Jilid II diikuti 23 klub putra dan 17 klub putri. Pesertanya tidak hanya berasal dari Kecamatan Tebing Tinggi, tetapi juga sejumlah kecamatan lain di Kepulauan Meranti.
“Turnamen ini merupakan Torpedo Jilid II. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moral maupun material, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ujar Adi.
Menurut dia, kompetisi tersebut tidak hanya memburu gelar juara. Panitia ingin turnamen menjadi wadah memperkuat sportivitas sekaligus menjaga geliat olahraga voli di daerah.
“Kami berharap semangat sportivitas senantiasa tertanam dalam diri seluruh peserta. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan baik dan ke depan dapat kembali dilaksanakan dengan turnamen-turnamen berikutnya,” katanya.
Ketua Pembina Klub Torpedo Letkol POM Hendra Suharta mengatakan, turnamen ini juga menjadi momentum menghidupkan kembali nama Torpedo yang cukup lama tidak terdengar di arena kompetisi.
“Kami ingin membangkitkan kembali olahraga bola voli di Kampung Baru. Nama Torpedo juga sudah lama tidak muncul dalam turnamen. Jadi, ini menjadi inisiatif kami untuk membangun kembali semangat para pemuda agar olahraga kembali digiatkan,” ujarnya.
Tak berhenti pada kompetisi, pengelola juga merancang pembenahan Lapangan Torpedo. Lapangan tersebut direncanakan dilengkapi penerangan agar pertandingan nantinya dapat berlangsung malam hari.
“Kemungkinan ke depan lapangan akan kami rombak menjadi satu lapangan dan dilengkapi lampu. Dengan begitu, pertandingan bisa dilaksanakan malam hari, sehingga masyarakat yang bekerja pada siang hari tetap memiliki kesempatan untuk menyaksikan maupun mengikuti kegiatan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Meranti Sudandri Jauzah menilai semakin banyak kompetisi digelar, semakin terbuka pula kesempatan atlet lokal mendapatkan pengalaman dan membangun mental bertanding.
“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mendorong pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia,” kata Sudandri.
Dia berharap turnamen tidak sekadar melahirkan juara, tetapi menjadi jalan menemukan pemain potensial yang nantinya mampu membawa nama Meranti ke level lebih tinggi.
Sudandri juga mengingatkan pemain untuk tidak menghalalkan segala cara demi kemenangan. Kemampuan di lapangan harus berjalan beriringan dengan disiplin dan penghormatan terhadap lawan.
“Tunjukkan bahwa olahraga adalah bagian dari karakter generasi muda Meranti: pantang menyerah, disiplin, solid dan berani berprestasi,” pesannya.
“Menang adalah prestasi, tetapi menjaga sportivitas adalah kehormatan,” tegasnya.
Dia turut meminta wasit dan perangkat pertandingan bekerja profesional, objektif dan adil sehingga kompetisi berlangsung sehat serta mampu menyajikan pertandingan berkualitas hingga babak akhir.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









