Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Pelajar Bengkalis Dibekali Cara Cegah Karhutla Lewat Police Go To School

Wakapolres Bengkalis Kompol Ridho Prasetia, saat menyambangi sekolah, Senin (5/10/2026).

BENGKALIS – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak hanya menjadi urusan petugas di lapangan. Pelajar juga dinilai perlu memahami risiko kebakaran sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Pesan itu dibawa Polres Bengkalis saat menyambangi SMP Negeri 1 Bengkalis, Senin (5/10/2026). Lewat program Police Go To School, polisi mengenalkan Green Policing sekaligus membekali siswa dengan pemahaman dasar pencegahan Karhutla.

Wakapolres Bengkalis Kompol Ridho Prasetia, S.I.K., M.I.K. mengatakan sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk menanamkan kesadaran tersebut. Kebiasaan menjaga lingkungan dinilai perlu dibentuk sejak usia sekolah agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Karhutla bukan persoalan yang baru kita pikirkan ketika api sudah membesar. Pencegahan harus dimulai sebelum kebakaran terjadi. Karena itu, kami ingin pelajar memahami pentingnya menjaga lingkungan, tidak bermain api sembarangan, serta memiliki kepedulian untuk segera melapor jika menemukan potensi kebakaran,” kata Ridho.

Tak sebatas mendapat penjelasan, para siswa juga diperlihatkan simulasi penanganan kebakaran oleh Damkar dan BPBD Kabupaten Bengkalis. Mereka dikenalkan dengan langkah awal menghadapi api serta pentingnya mengutamakan keselamatan dan segera meminta bantuan petugas.

Simulasi tersebut menjadi cara untuk memperlihatkan kepada pelajar bahwa api kecil bisa berkembang menjadi ancaman serius apabila terlambat ditangani, terutama di kawasan yang rawan Karhutla.

Edukasi Green Policing juga diarahkan untuk membangun kebiasaan sederhana, mulai dari tidak membakar sampah sembarangan hingga menjaga lingkungan di sekitar rumah dan sekolah.

Polres Bengkalis berharap pengetahuan tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa didorong ikut membawa pesan pencegahan Karhutla kepada keluarga dan teman-temannya.

Pesan menjaga lingkungan itu turut diperkuat melalui penanaman pohon bersama. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam sejak dini.

Melalui pendekatan tersebut, pelajar diharapkan tidak sekadar menjadi sasaran edukasi, tetapi ikut menjadi bagian dari mata rantai pencegahan Karhutla di Bengkalis.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari