MBI Meranti Didorong Tak Sekadar Membina Umat, Juga Peduli Sesama
MERANTI – Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kabupaten Kepulauan Meranti didorong memperluas peran dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan meningkatkan kepedulian sosial. Organisasi keagamaan tersebut juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah, S.H., saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (PC) MBI Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2026-2031 di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Selasa (27/10/2026). Sudandri hadir mewakili Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar.
Menurut Sudandri, keberagaman masyarakat harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah. Karena itu, organisasi keagamaan diharapkan tidak hanya berfokus pada pembinaan umat, tetapi juga menghadirkan program yang mempererat persaudaraan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Sudandri.
Ia menegaskan, pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pengurus MBI pun diharapkan mampu menyusun program inovatif yang menyentuh kebutuhan warga, terutama dalam bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Jadikan organisasi ini sebagai wadah untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta pemberdayaan masyarakat dalam berbagai bidang,” katanya.
Ketua PC MBI Kabupaten Kepulauan Meranti Ali Alatas, S.P., menyatakan pengurus yang baru dilantik siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan kepolisian. Selain menjaga keharmonisan umat Buddha, MBI berkomitmen merawat kerukunan lintas agama serta mengembangkan kegiatan sosial tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
“Kepengurusan ini bukanlah sekadar jabatan, melainkan ladang pengabdian. Mari kita bekerja sama, saling bahu-membahu, dan menjaga kekompakan demi kemajuan organisasi dan kebahagiaan semua makhluk,” ujar Ali.
Ketua Pengurus Daerah MBI Provinsi Riau Suhandi Sunyata, MBA., juga mengingatkan pentingnya konsolidasi organisasi agar program MBI semakin dirasakan umat dan masyarakat luas.
Ia mendorong MBI merangkul seluruh vihara, cetiya, dan umat tanpa membedakan suku, aliran, maupun tradisi. Kontribusi organisasi juga diharapkan berkembang melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“MBI harus menjadi mitra pemerintah yang baik, mendukung program pemerintah, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta aktif berpartisipasi dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” ujarnya.
Sementara itu, YM Bhikkhu Bhadraprabhava Sthavira dari unsur pembinaan MBI Provinsi Riau mengajak seluruh elemen masyarakat mempertahankan keharmonisan yang telah terjalin di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia menekankan pentingnya sinergi MBI dengan pemerintah daerah, Forkopimda, Kementerian Agama, dan FKUB.
“Walaupun berbeda-beda, kita tetap satu. Mari kita bersama-sama menjaga kerukunan di Kabupaten Kepulauan Meranti,” katanya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., Asisten Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, S.Pd., M.Pd., Ketua BAZNAS Kepulauan Meranti H. Mustafa, S.Ag., M.M., anggota DPRD Kepulauan Meranti Cun Cun, S.E., M.Si., jajaran MBI Provinsi Riau, perwakilan Kementerian Agama, tokoh agama, serta pengurus dan umat Buddha.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Misyanto turut menyampaikan selamat atas pelantikan pengurus MBI periode 2026-2031. Ia berharap organisasi tersebut semakin aktif dalam pembinaan umat dan mendukung upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









