Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Imigrasi Gandeng ITB Kembangkan “Pagar Digital”, Drone Patroli Disiapkan Awasi Perbatasan RI Selama 24 Jam

Data Direktorat Jenderal Imigrasi menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah pelintas resmi melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) darat mencapai 679.867 orang. Namun, pengawasan terhadap aktivitas perlintasan ilegal di jalur-jalur tikus masih menjadi tantangan utama.

Kondisi tersebut diperberat dengan keterbatasan infrastruktur digital di wilayah perbatasan, tingginya risiko bagi petugas yang bertugas di kawasan rawan konflik, serta ancaman kejahatan lintas negara seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penyelundupan manusia, hingga penyelundupan berbagai komoditas.

Dalam tahap awal implementasinya, sistem “Pagar Digital” akan diprioritaskan di wilayah perbatasan darat Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia, Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini, serta Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste.

“Pagar Digital ini kami prioritaskan pada wilayah darat di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia, Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini, dan Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste. Sementara untuk wilayah laut, fokus diarahkan ke Kepulauan Riau, Batam, dan jalur-jalur penyeberangan sekitarnya,” ungkap Hendarsam.

Untuk mendukung program tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi akan mengoptimalkan penggunaan drone hasil pengembangan ITB sejak 2019 yang diproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Teknologi tersebut dirancang mampu beroperasi tanpa henti selama 24 jam dengan memanfaatkan energi dari panel surya sebagai sumber daya.

Sistem pengawasan akan mengintegrasikan dua jenis drone yang saling melengkapi. Drone HALE (High-Altitude Long-Endurance) bertugas melakukan pemantauan dari ketinggian sekitar 1.000 meter selama 24 jam secara terus-menerus untuk mengawasi area perbatasan dalam jangkauan luas.

Sementara itu, Drone Mantis akan diterjunkan untuk melakukan identifikasi visual dan pendekatan taktis apabila Drone HALE mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan di wilayah pengawasan. Teknologi tersebut sebelumnya telah digunakan di sektor pertanian dan dinilai memberikan hasil yang memuaskan.

Hendarsam menegaskan bahwa keberadaan “Pagar Digital” bukan dimaksudkan sebagai penghalang fisik, melainkan sebagai sistem deteksi dini yang mampu memberikan informasi situasional secara cepat kepada petugas di lapangan.

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari