Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Dirjen Imigrasi RI Paparkan Tiga Pilar Strategi Penguatan Perbatasan di Forum DGICM ASEAN 2026

Uzi

Pada tingkat regional, Indonesia juga memperoleh kepercayaan sebagai Voluntary Lead Shepherd (VLS) dalam isu Penyelundupan Manusia (People Smuggling) untuk pelaksanaan Plan of Action (PoA) DGICM.

Penunjukan tersebut menjadi bukti meningkatnya peran Indonesia dalam mendukung keamanan kawasan dan penanganan kejahatan lintas negara.

Sementara itu, sejumlah negara ASEAN lainnya turut memimpin bidang kerja sama tertentu, yakni Kamboja dalam Intelligence Data Sharing Protocol, Malaysia pada isu Foreign Terrorist Fighters Movement, Singapura terkait Fraudulent Travel Documents, serta Brunei Darussalam untuk urusan konsuler.

Menurut Hendarsam, ancaman kejahatan transnasional yang semakin kompleks membutuhkan respons bersama yang terkoordinasi antarnegara di kawasan.

“Tantangan kejahatan lintas negara memerlukan penyelesaian yang terintegrasi. Melalui mandat Indonesia sebagai Lead Shepherd penanganan penyelundupan manusia, kami mendorong komitmen nyata seluruh anggota ASEAN untuk memperkuat pertukaran informasi intelijen dan penyelarasan teknologi demi kawasan yang lebih aman dan tangguh,” tutup Hendarsam.

Forum DGICM ke-29 menjadi wadah strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan keimigrasian, perlindungan warga negara, serta penanganan berbagai ancaman lintas batas yang semakin dinamis seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan perkembangan teknologi.***

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari