Dari Udara ke Titik Api, Kapolda Riau dan Pangdam Turun Padamkan Karhutla di Kerumutan
Selain mengerahkan kekuatan untuk pemadaman, Polda Riau juga memperkuat langkah pencegahan. Upaya tersebut mencakup patroli, deteksi dini, edukasi masyarakat hingga penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan pembakaran lahan.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keselamatan masyarakat. Semangat Green Policing yang kami dorong bukan hanya bicara penegakan hukum, tetapi bagaimana kepolisian ikut membangun kesadaran dan menggerakkan seluruh elemen untuk menjaga alam Riau,” tegasnya.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan TNI akan terus mendukung operasi penanganan Karhutla bersama Polri dan pemerintah daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengerahan personel serta penguatan kerja bersama di lokasi kejadian.
“Kami memastikan personel di lapangan tetap bekerja bersama dan saling mendukung. Kondisi seperti ini membutuhkan kekuatan terpadu. Tidak ada sekat TNI, Polri maupun instansi lainnya ketika yang kita hadapi adalah ancaman terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Agus.
Ia juga memberikan perhatian terhadap kondisi personel yang berada langsung di garis depan. Menurutnya, medan berat, panas dan asap menjadi tantangan yang harus dihadapi petugas selama proses pemadaman.
“Yang berada di garis depan adalah personel kita di lapangan. Mereka menghadapi panas, asap dan medan yang berat. Karena itu kami hadir untuk memastikan mereka mendapat dukungan dan penanganan dilakukan secara maksimal sampai api benar-benar padam,” ujarnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal menyebut pemantauan udara memberikan informasi penting bagi tim untuk menentukan titik prioritas dan kebutuhan penanganan di darat.
“Pemantauan udara memberikan gambaran yang lebih luas sehingga penanganan bisa diarahkan secara tepat. Setelah titik terdampak teridentifikasi, tim darat bergerak melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul,” kata Edy.
Koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan personel, peralatan dan sumber daya di setiap lokasi. Pola tersebut diterapkan terutama pada wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif.
Patroli udara dan operasi darat di Kerumutan menjadi bagian dari strategi bersama Pemerintah Provinsi Riau, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan unsur lainnya untuk menekan penyebaran Karhutla.
“Pemantauan dan operasi darat akan terus dilakukan pada wilayah rawan untuk mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan,” demikian Edy.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









