Asmar Soroti Pegawai yang Masuk Tempat Hiburan Malam
MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyoroti informasi mengenai adanya pegawai pemerintah yang disebut masih mendatangi tempat hiburan malam. Ia mengingatkan ASN maupun PPPK agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan, terlebih jika berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
Peringatan itu disampaikan Asmar saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemkab Meranti, Kamis (20/8/2026).
Asmar mengaku menerima laporan mengenai pegawai yang masuk ke tempat hiburan malam, bahkan disebut menggunakan masker untuk menyamarkan identitas.
“Ada pegawai masuk tempat hiburan malam. Pakai masker. Tahu saya semuanya. Saya tahu karena laporan masuk ke saya,” kata Asmar.
Ia menegaskan, upaya menutupi identitas tidak serta-merta membuat aktivitas seseorang luput dari perhatian. Asmar mengaku mengetahui adanya informasi mengenai pegawai yang disebut bepergian ke Pekanbaru dan mendatangi tempat hiburan malam.
“Saya asli orang sini. Ada yang masuk pakai masker supaya jangan dikenal. Ke Pekanbaru masuk ke diskotik tahu saya semuanya,” ujarnya.
Asmar bahkan mengatakan dirinya meminta agar informasi tersebut dapat dilengkapi dengan bukti apabila diperlukan. Hal itu, menurutnya, penting agar laporan yang diterima tidak berhenti sebatas informasi tanpa pembuktian.
“Saya suruh nanti di videokan pegawai yang masuk sana, buktikanlah kata saya nanti,” tegasnya.
Selain persoalan tempat hiburan malam, Asmar juga mengaitkan peringatannya dengan informasi mengenai dugaan penggunaan narkoba oleh pegawai. Ia mengatakan Pemkab tidak menutup kemungkinan melakukan pemeriksaan urine terhadap seluruh pegawai.
“Dapat informasi ada pegawai ASN maupun PPPK memakai narkoba, hati-hati kalau perlu nanti kita cek urinenya semua,” katanya.
Asmar menegaskan pemeriksaan, jika dilakukan, tidak hanya menyasar pegawai biasa. Ia menyebut pejabat dan dirinya sendiri juga harus siap menjalani pemeriksaan.
“Termasuk saya termasuk pak waka polres, termasuk sekda, staf ahli, asisten, tetap saya periksa nanti urinenya, termasuk para kepala OPD, hati-hati jangan main-main dengan saya,” tegasnya.
Ia meminta pegawai tidak menganggap status maupun jabatan sebagai alasan untuk menghindari pengawasan. Menurut Asmar, seluruh aparatur memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga nama baik pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi pesan agar pegawai lebih berhati-hati dalam menjaga pergaulan dan aktivitas di luar jam kerja, terutama ketika terdapat informasi yang dapat menyeret mereka ke persoalan disiplin maupun hukum.
“Kalau kita tidak berbuat, polisi tidak akan manggil. Kejaksaan juga tidak akan manggil,” pungkas Asmar.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









