Satgas Persempit Ruang Gerak Karhutla Rimbo Panjang dengan Alat Berat
KAMPAR – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, memasuki hari ke-12. Meski tidak lagi ditemukan titik api aktif dalam tiga hari terakhir, petugas gabungan masih bekerja di lapangan untuk memastikan bara yang tersimpan di dalam gambut benar-benar padam.
Kebakaran sebelumnya melanda lahan gambut sekitar 13 hektare. Dari luasan tersebut, sebagian besar area telah melalui proses pendinginan, sementara petugas masih berkonsentrasi pada sisa lahan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang, mengatakan kondisi terkini menunjukkan perkembangan positif. Namun, pemadaman di lahan gambut tidak cukup hanya dengan memastikan api di permukaan hilang karena bara dapat bertahan di bawah tanah.
“Alhamdulillah, titik api sudah tidak ada lagi dalam tiga hari ini. Namun, proses pendinginan tanah gambut memang menghasilkan asap yang sangat tebal karena ini bagian dari proses penurunan suhu tanah,” kata Boby dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, sekitar 8 hingga 9 hektare dari total 13 hektare lahan yang terbakar telah selesai didinginkan. Tim masih melakukan penyisiran dan pendinginan pada area yang tersisa untuk mencegah munculnya kembali api.
“Dari total 13 hektare yang terbakar, sekitar 8 hingga 9 hektare sudah selesai didinginkan,” ujar Boby.
Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 283 personel gabungan masih dikerahkan. Kekuatan tersebut terdiri dari 150 personel Polres Kampar serta dukungan Brimob Polda Riau, BPBD Kabupaten Kampar, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan dan kelompok relawan pemadam api.
Selain mengandalkan pemadaman secara langsung, strategi penanganan juga diarahkan untuk membatasi kemungkinan api kembali menjalar. Alat berat digunakan untuk membuat sekat pada area tertentu sehingga pergerakan api dapat ditekan apabila kembali muncul.
“Selain kita melakukan proses pendinginan, ini kita juga dengan sarana dan prasarana yang ada, yaitu berupa alat berat, kita melakukan sekat batas,” ucapnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas Karhutla memastikan area yang telah berhasil ditangani tidak kembali terbakar. Petugas juga tetap melakukan pemantauan karena kondisi gambut yang kering membuat bara di bawah permukaan tanah berpotensi kembali memicu kebakaran.
Dengan tidak ditemukannya firespot aktif selama tiga hari terakhir, penanganan kini diarahkan pada pendinginan menyeluruh dan pengamanan kawasan. Satgas memastikan personel tetap berada di lapangan sampai kondisi lahan dinilai cukup aman.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









