Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Sekda Meranti Soroti Disiplin hingga Judi Online, 9 Pesan untuk Aparatur di Merbau

MERANTI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah tak ingin aparatur hanya sibuk menjalankan rutinitas birokrasi tanpa memperhatikan kualitas pelayanan. Sejumlah persoalan mulai dari disiplin kerja, keamanan dokumen hingga ancaman judi online menjadi perhatian yang disampaikannya kepada aparatur di Kecamatan Merbau.

Pesan itu disampaikan Sudandri saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kecamatan Merbau di Aula Kantor Camat Merbau, Kamis (10/9/2026) sore.

Rakor tersebut diikuti lurah, kepala desa, sekretaris desa, kepala UPT, serta kepala sekolah se-Kecamatan Merbau. Forum itu dimanfaatkan untuk menyamakan langkah sekaligus memastikan arahan pemerintah daerah tidak berhenti di tingkat kabupaten.

Salah satu hal yang ditekankan Sudandri adalah tertib administrasi, khususnya penerapan tata naskah dinas. Menurutnya, ketertiban dokumen bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menjadi bagian penting dari tertibnya pemerintahan.

Ia juga mengingatkan agar mekanisme instruksi dan koordinasi berjalan sesuai jenjang. Di tingkat kabupaten, Bupati dan Wakil Bupati bertindak sebagai pembina, Sekda sebagai pengarah, sementara para asisten bertanggung jawab sesuai bidang masing-masing.

“Pola instruksi dan koordinasi yang sama ini juga berlaku secara berjenjang di tingkat kecamatan,” jelas Sudandri.

Tak berhenti pada persoalan administrasi, Sekda kemudian menyampaikan sembilan hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Pertama, lingkungan kantor harus ditata dan dijaga kebersihannya. Kondisi tempat kerja dinilai ikut memengaruhi kenyamanan sekaligus produktivitas aparatur.

Kedua, disiplin dan etos kerja harus diperkuat. Aparatur dituntut tidak sekadar hadir di tempat kerja, tetapi mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Ketiga, penerapan reward and punishment perlu dilakukan secara konsisten. Kinerja yang baik harus mendapatkan penghargaan, sementara pelanggaran disiplin harus memiliki konsekuensi yang jelas.

Keempat, Sudandri menegaskan komitmen lingkungan aparatur yang bebas dari narkoba dan judi online. Dua persoalan tersebut dinilai dapat mengganggu kehidupan pribadi sekaligus berimbas pada profesionalitas dan kinerja aparatur.

Kelima, aparatur diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak El Nino. Kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga harus diperkuat, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Keenam, administrasi pemerintahan harus ditertibkan. Pembagian tugas juga perlu dibuat jelas sehingga tidak muncul tumpang tindih kewenangan maupun pekerjaan.

Ketujuh, keamanan dokumen menjadi perhatian berikutnya. Aparatur diminta menjaga kerahasiaan dokumen kantor, terutama berbagai data yang berkaitan dengan kepentingan dan strategi pemerintahan.

Kedelapan, komunikasi pembangunan harus diperkuat. Program pemerintah dan hasil pembangunan perlu disampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga warga mengetahui apa yang sedang dan telah dikerjakan pemerintah.

Kesembilan, alur informasi kepada publik harus ditata. Informasi pemerintah harus disampaikan secara transparan, akurat dan melalui mekanisme yang tepat.

Kesembilan poin tersebut, kata Sudandri, tidak akan banyak berarti apabila hanya berhenti sebagai catatan hasil rapat. Setiap arahan harus diterjemahkan menjadi pekerjaan dan perubahan nyata di masing-masing unit kerja.

Camat Merbau Hj. Wan Jumiati menyambut arahan tersebut dan meminta seluruh peserta tidak hanya mengikuti Rakor sebagai formalitas. Hasil pembahasan harus dibawa kembali ke kantor, sekolah, desa maupun unit kerja masing-masing untuk segera dilaksanakan.

“Saya minta seluruh poin kerja ini dibawa ke tempat tugas untuk segera ditindaklanjuti dan diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” harap Wan Jumiati.

Rakor tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten dengan jajaran pemerintahan di Kecamatan Merbau. Dengan pola komunikasi yang lebih terarah, setiap persoalan di tingkat lapangan diharapkan dapat lebih cepat ditangani dan tidak menunggu hingga berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Sudandri didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepulauan Meranti Tengku Arifin serta Asisten Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari