PKK Pulau Merbau Dorong Perempuan Kreatif, Sulap Kawat Bulu Jadi Bunga Bernilai Ekonomi
MERANTI – Kawat bulu yang biasa digunakan sebagai bahan kerajinan ternyata bisa disulap menjadi bunga hias menarik dan berpotensi menghasilkan uang. Keterampilan inilah yang mulai dikembangkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Pulau Merbau bersama TP PKK Desa Renak Dungun, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Melalui pelatihan keterampilan tangan atau handmade, para perempuan didorong memanfaatkan bahan sederhana menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual sekaligus membuka peluang usaha rumahan.
Kegiatan yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) II PKK tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Renak Dungun, Sabtu (17/10/2026), dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera dan Desa Berkarya”.
Ketua TP PKK Kecamatan Pulau Merbau, Anita, S.Pd.AUD., bersama jajaran pengurus hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut. Kegiatan juga diikuti para Ketua TP PKK desa se-Kecamatan Pulau Merbau serta dihadiri Sekretaris Desa Renak Dungun yang mewakili kepala desa.
Camat Pulau Merbau, Hermansyah, S.H., mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong kreativitas perempuan desa agar mampu menghasilkan produk kerajinan yang tidak hanya digunakan sebagai hiasan, tetapi juga berpeluang menambah pendapatan keluarga.
Menurutnya, keterampilan membuat bunga dari kawat bulu relatif mudah dipelajari dan tidak membutuhkan modal besar. Karena itu, kerajinan tersebut dinilai berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.
“Kami sangat mendukung kegiatan yang memberikan keterampilan praktis kepada ibu-ibu PKK. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi bisa dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang membantu perekonomian keluarga,” ujar Hermansyah.
Ia menilai perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Dengan keterampilan dan kreativitas, bahan sederhana dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya tarik dan nilai ekonomi.
Hermansyah juga berharap peserta tidak hanya mampu membuat kerajinan untuk kebutuhan pribadi, tetapi dapat mengembangkan berbagai model bunga hias sesuai selera pasar.
“Kalau ditekuni dengan serius, kerajinan seperti ini bisa menjadi peluang usaha. Apalagi sekarang pemasaran produk tidak harus melalui toko, tetapi juga bisa memanfaatkan media sosial. Yang terpenting ada kemauan untuk belajar dan terus berinovasi,” katanya.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kerja sama antar-PKK desa dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kecamatan Pulau Merbau.
Hermansyah mengapresiasi kolaborasi TP PKK Kecamatan Pulau Merbau dan TP PKK Desa Renak Dungun yang telah menghadirkan kegiatan dengan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dikembangkan dengan jenis keterampilan lain yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan perempuan di desa.
“PKK harus mampu menjadi penggerak kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan sederhana tetapi bermanfaat seperti ini, kita ingin perempuan semakin mandiri, keluarga lebih sejahtera, dan desa memiliki produk unggulan yang bisa dikembangkan,” ungkapnya.
Usai Pelatihan, PKK Pulau Merbau Jenguk Korban Kebakaran
Selain mendorong pemberdayaan perempuan, TP PKK Kecamatan Pulau Merbau juga menunjukkan kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah.
Usai kegiatan di Desa Renak Dungun, Ketua TP PKK Kecamatan Pulau Merbau, Anita, didampingi Camat Hermansyah mengunjungi keluarga korban kebakaran di Desa Batang Meranti.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga Rudi Haryanto (34) dan Suryati (24) yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran pada Minggu (11/10/2026).
Musibah itu menghanguskan rumah kayu berukuran 5 x 10 meter di RT 02/RW 02, Dusun II, Desa Batang Meranti. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp35 juta.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









