Pesisir Tanah Merah di Ambang Ancaman Abrasi
Wabup: Negara Harus Hadir di Pulau Terluar
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, melihat persoalan abrasi di Pulau Rangsang tidak dapat dilepaskan dari tantangan yang lebih besar di wilayah perbatasan dan pulau terluar.
Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut membutuhkan perhatian yang lebih kuat, bukan hanya dalam persoalan lingkungan, tetapi juga infrastruktur, ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Riau atas pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Muzamil.
Ia menilai kehadiran langsung jajaran Polda Riau di wilayah pesisir memberikan pesan penting bahwa persoalan masyarakat di pulau terluar harus dilihat dan dirasakan secara langsung.
“Keadaan di perbatasan ini tidak sedang baik-baik saja. Perlu sentuhan. Negara harus hadir di perbatasan ini. Dengan segala kekurangan infrastruktur, persoalan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, perlu sentuhan-sentuhan yang lebih baik, lebih menyentuh, dan lebih humanis,” ungkapnya.
Muzamil menegaskan persoalan abrasi tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat. Diperlukan program berkelanjutan serta kerja bersama antara pemerintah, kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat.
“Untuk abrasi ini, kita harus terus berjuang dan berkolaborasi agar persoalan abrasi dapat kita selesaikan secara bertahap,” katanya.
Ia menyebut penanaman mangrove merupakan langkah positif untuk menjaga kawasan pesisir. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada perawatan dan kesinambungan program setelah penanaman dilakukan.
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









