Muhammad Fazya dan Halda Mirsyanda Dinobatkan sebagai Bujang Dara Meranti 2026
Menurutnya, generasi muda juga perlu memiliki empati, adab, kesopanan dan rasa percaya diri. Karena itu, ajang Bujang Dara diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter bagi generasi muda Meranti.
Muzamil juga mendorong Bujang Dara terpilih memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk memperkenalkan Meranti secara lebih luas.
“Gunakan kemajuan teknologi dan media sosial untuk memperkenalkan kampung halaman yang kita cintai ini,” katanya.
Ia menyebut potensi Meranti sangat beragam, mulai dari sejarah, tradisi Melayu, keindahan alam, kuliner, kerajinan, seni dan budaya, ekonomi kreatif hingga destinasi wisata.
“Bila perlu, perkenalkan Meranti ke seluruh dunia. Kami berharap Bujang dan Dara menjadi mercusuar untuk memperkenalkan Meranti kepada dunia luar,” ujarnya.
Muzamil juga berpesan agar para finalis tidak menjadikan mahkota sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Jangan pernah mengukur keberhasilan hanya dari mahkota yang dikenakan di kepala. Ukurlah dari berapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada daerah dan masyarakat,” tegasnya.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berkreasi dan terlibat dalam pembangunan daerah.
Kepada para finalis, Muzamil meminta kompetisi berlangsung secara sehat dan profesional.
“Berkompetisilah dengan baik dan fair. Jangan saling mengklaim, jangan saling memfitnah, apalagi saling menuduh,” pesannya.
Ia juga meminta dewan juri memberikan penilaian secara profesional.
“Buktikan bahwa anak-anak Meranti mampu berdiri sejajar dengan generasi muda terbaik di negeri ini,” pungkasnya.
Pemilihan Bujang Dara Meranti 2026 ditaja Disporapar bekerja sama dengan event organizer (EO) dari Kopja Pewarta Wibawa Investasi (Kopja PWI).
Rangkaian pemilihan dimulai pada 2 Agustus 2026 melalui tahap wawancara dan seleksi finalis. Tahapan kemudian dilanjutkan dengan penentuan nomor urut dan pasangan finalis.
Pada 5 Agustus, seluruh finalis mengikuti sesi pemotretan resmi sebelum memasuki tahap pembekalan. Sehari kemudian, peserta menerima materi dari narasumber dan sponsor. Gladi bersih digelar pada 7 Agustus, sebelum malam puncak Grand Final pada Sabtu (8/8).
Sebanyak 12 pasang atau 24 finalis ambil bagian dalam grand final. Mereka terdiri atas 12 Bujang dan 12 Dara yang terpilih dari 46 pendaftar, yakni 21 Bujang dan 25 Dara.
Para finalis berasal dari sejumlah kecamatan di Kepulauan Meranti, antara lain Tebing Tinggi Barat, Rangsang, Rangsang Barat, Tebing Tinggi Timur, Merbau, Tasik Putri Puyu, serta peserta kategori umum.
Dalam hasil akhir pemilihan, Muhammad Fazya Kurniawan nomor peserta 07 dinobatkan sebagai Bujang 1 Meranti 2026. Sementara Halda Mirsyanda nomor peserta 04 meraih gelar Dara 1 Meranti 2026.
Posisi Bujang 2 diraih Muhammad Haji Ramza nomor peserta 15, sedangkan Dara 2 diraih Rahayu Safitri nomor peserta 06.
Adapun gelar Bujang 3 diraih Muhammad Rido Islamy nomor peserta 09 dan Dara 3 diraih Zahra Sintia Asmara nomor peserta 24. **
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









