Kepulauan Meranti dan Melaka Perkuat Jejaring Serumpun
Dalam kesempatan itu, Asmar memperkenalkan Kepulauan Meranti sebagai salah satu daerah yang masih kuat menjaga identitas Melayu melalui adat istiadat, seni, tradisi, dan kehidupan masyarakatnya. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas di berbagai sektor.
“Kami berharap silaturahmi ini menjadi awal lahirnya berbagai bentuk kerja sama yang memberi manfaat bagi kedua belah pihak, sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Melayu bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka, Encik Shaari bin Abu, mengaku tersentuh dengan sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti beserta masyarakat.
Menurutnya, kunjungan ke Kepulauan Meranti memiliki makna emosional karena hubungan Melaka dengan wilayah pesisir Riau telah terjalin sejak lama dan terus terpelihara hingga kini.
“Kedatangan kami ke sini ibarat kepulangan anak perantau ke kampung halamannya sendiri untuk bertemu saudara kandung. Begitu akrabnya hubungan antara Melaka dan Riau,” ujarnya.
Shaari menilai, meski dipisahkan oleh Selat Melaka yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, masyarakat di kedua wilayah tetap memiliki banyak kesamaan, mulai dari bahasa, adat istiadat, kuliner hingga karakter masyarakat yang menjunjung tinggi sopan santun dan nilai kekeluargaan.
Ia berharap hubungan antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Melaka dan Kepulauan Meranti, semakin berkembang melalui kerja sama di bidang sejarah, ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan pelestarian budaya Melayu.
Dalam kesempatan tersebut, Shaari juga menyampaikan salam dari Yang di-Pertua Negeri Melaka, Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus mengundang Bupati Asmar beserta jajaran untuk melakukan kunjungan balasan ke Negeri Melaka.
Sebelum menghadiri pertemuan resmi, rombongan terlebih dahulu melaksanakan ziarah ke makam sejumlah tokoh setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan masyarakat Melayu di Kepulauan Meranti.
Kegiatan itu turut dihadiri para Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka, para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah tamu undangan lainnya.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









