Karhutla Riau Tak Hanya Soal Api, Dampak Asap dan Kesehatan Warga Jadi Perhatian
PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan di Riau tidak hanya menyisakan persoalan pemadaman api. Dampak asap terhadap masyarakat mulai menjadi perhatian serius, terutama bagi anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.
Hal itu terlihat dalam penanganan Karhutla di Desa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Polda Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan melakukan pemeriksaan kesehatan secara serentak untuk mengetahui dampak paparan asap terhadap warga.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan pemeriksaan tersebut secara khusus diarahkan untuk mengetahui kondisi anak-anak yang berpotensi mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran.
“Kita melakukan pengecekan secara serentak di Desa Kerumutan, terutama untuk bisa mengecek berapa adik-adik, anak-anak kita yang terkena ISPA. Lalu kita melakukan pembagian masker, lalu juga kita melakukan trauma healing,” kata Herry.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan masker. Pendekatan terhadap warga dilakukan secara lebih luas dengan kegiatan trauma healing sebagai bagian dari penanganan dampak yang dirasakan masyarakat akibat kebakaran berkepanjangan.
Kerumutan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena kebakaran berlangsung sekitar 26 hari dan menghanguskan lahan lebih dari 280 hektare. Kondisi lahan gambut membuat proses penanganan membutuhkan waktu dan dukungan operasi udara secara berkelanjutan.
“Di Kerumutan itu ada 280 sekian hektare yang terbakar dan hasil kolaborasi kami dengan TNI, dibantu oleh Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan semua stakeholder terkait,” ujarnya.
Herry mengatakan penanganan Karhutla di Riau dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BNPB, BPBD dan masyarakat.
Upaya penanganan juga tidak berhenti pada pemadaman. Mitigasi dilakukan dengan membangun embung dan sekat kanal, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut dan rawan terbakar.
“Garis besarnya adalah bagaimana kekuatan kolaborasi ini, mulai dari pra-bencana, kita sudah melakukan upaya-upaya mitigasi, membuat embung, sekat kanal, dan lain sebagainya, dan pasca-bencana,” jelasnya.
Di sisi lain, aspek penegakan hukum juga berjalan. Herry mengungkapkan pihak kepolisian telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam penanganan kasus Karhutla.
“Tadi saya dapat laporan dari Pak Kapolres, ada satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Herry.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bersama ahli Karhutla Bambang Hero Saharjo dan Kapolda Riau turun langsung meninjau lokasi Karhutla di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Di lokasi tersebut, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare. Api telah berhasil dipadamkan dan petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bergotong royong, berjibaku untuk mematikan api, di mana pun kalian berada. Di sini, saya di Kabupaten Kampar, ada 4 hektare yang terbakar dan sudah dipadamkan. Sekarang tinggal pendinginan,” kata Jumhur, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Jumhur juga menyampaikan bahwa peningkatan titik api terjadi cukup cepat di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menyebut terdapat sekitar 3.800 titik api dan sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Sumatera dan Kalimantan yang wilayahnya terindikasi memiliki titik api dan mengalami kebakaran.
“Sekarang terindikasi sudah ada sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Indonesia yang tersebar di seluruh Kalimantan dan Sumatera, yang di wilayah konsesinya ada titik api dan terjadi kebakaran. Walaupun hanya 1 hektare, 2 hektare, tapi tetap itu di wilayah konsesi,” ujarnya.
Penanganan Karhutla di Riau pun kini bergerak pada dua sisi sekaligus, yakni memastikan api tidak meluas dan melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkan. Pemadaman, mitigasi lahan gambut, penegakan hukum hingga perlindungan kesehatan warga menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi ancaman Karhutla.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









