Gerak Cepat Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Rimbo Panjang, Api Padam dalam Empat Jam
KAMPAR – Kebakaran lahan yang muncul di tengah kondisi angin cukup kencang di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar empat jam. Tim gabungan dari Polsek Tambang, TNI, dan Manggala Agni bergerak cepat setelah menerima laporan warga terkait munculnya titik api pada lahan dan kebun sawit.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Madura, RT/RW 002/002, Dusun II, Desa Rimbo Panjang. Api membakar area yang diperkirakan mencapai 0,5 hektare dengan kondisi lahan berupa tanah gambut tipis yang ditumbuhi semak belukar.
Begitu informasi diterima, Kapolsek Tambang langsung mengerahkan personel menuju lokasi. Penanganan kemudian diperkuat oleh lima personel TNI dan delapan personel Manggala Agni yang memiliki keahlian dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Kekuatan tersebut didukung enam kendaraan roda dua, dua kendaraan roda empat, dua mesin ministrek, dua nosel, serta 10 gulung selang berukuran 1,5 inci. Peralatan itu digunakan untuk menjangkau titik-titik api sekaligus mempercepat penyiraman pada area yang terbakar.
Di lapangan, tim menghadapi persoalan serius berupa tiupan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut membuat arah pergerakan api sulit diprediksi dan berpotensi memperluas area terbakar. Meski demikian, akses lokasi yang relatif dekat dengan jalan umum membantu personel dalam mengatur pergerakan peralatan dan suplai air.
Penanganan tidak hanya difokuskan pada api yang sudah membesar. Tim juga membuat blokade pada bagian lahan yang belum terbakar untuk memutus kemungkinan penjalaran api. Setelah titik api berhasil ditundukkan, penyiraman dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bara di dalam permukaan lahan benar-benar mati.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 WIB, api berhasil dipadamkan dan kepulan asap di lokasi sudah tidak terlihat. Area yang sebelumnya terbakar dinyatakan aman dan terkendali sehingga tidak terjadi perluasan kebakaran.
Sementara itu, identitas pemilik lahan yang terbakar masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait. Tidak terdapat laporan personel mengalami luka dalam proses penanganan maupun kerugian tambahan di luar perkiraan awal.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S., S.I.K., melalui Kapolsek Tambang: AKP Aulia Rahman, S.H, mengatakan kecepatan respons dan kekompakan lintas instansi menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas.
“Kebakaran lahan di wilayah kami ini direspon secepat kilat begitu laporan warga masuk. Tantangan angin yang kencang dan jenis tanah gambut menjadi ujian bagi kami, namun Alhamdulillah sinergi antara Polri, TNI, dan Manggala Agni berjalan sangat kompak. Kami tidak hanya memadamkan api yang terlihat, tapi juga melakukan blokade lahan dan pendinginan menyeluruh agar tidak ada titik api yang tersisa dan membahayakan kembali,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak sembarangan membakar sampah atau lahan, terutama saat cuaca dan angin tidak menentu seperti ini. “Keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Tambang adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolsek Tambang di lokasi pasca-kejadian.
Ia menegaskan, kewaspadaan masyarakat tetap dibutuhkan meski titik api telah berhasil ditangani. Terlebih, kondisi angin dan karakteristik lahan gambut dapat membuat api kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









