Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Asrama Ponpes Syekh Burhanuddin Kampar Ludes Terbakar

KAMPAR – Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan asrama Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin di Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Senin (10/8/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu mengakibatkan bangunan asrama yang telah berdiri sejak tahun 2000 tersebut hangus terbakar. Bangunan itu diketahui milik Ahmad Junaidi (56 tahun).

Beruntung, musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Saat api mulai membesar, asrama dalam kondisi kosong karena seluruh santri sedang berada di masjid untuk melaksanakan ibadah Sholat Isya.

Kondisi tersebut membuat para santri terhindar dari ancaman api yang dengan cepat melalap bangunan asrama. Meski demikian, kebakaran meninggalkan kerugian material dan membuat salah satu fasilitas tempat tinggal santri kini hanya menyisakan puing-puing.

Sehari setelah kejadian, kondisi bangunan terlihat mengalami kerusakan berat. Sisa-sisa material bangunan yang terbakar menjadi gambaran besarnya dampak kebakaran yang melanda lingkungan pesantren tersebut.

Pimpinan Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu, Buya Junaidi, bersama para ustaz dan ustazah kemudian menerima kunjungan jajaran Polres Kampar yang datang untuk melihat langsung kondisi pascakebakaran.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang bersama Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, para Pejabat Utama Polres Kampar, Kapolsek Kampar Kiri beserta personel mendatangi lokasi pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres melihat langsung sisa bangunan asrama yang terbakar sekaligus mendengarkan penjelasan pengurus pesantren mengenai kejadian yang berlangsung pada malam sebelumnya.

Musibah ini menjadi perhatian tersendiri karena bangunan yang terbakar merupakan bagian dari fasilitas pendidikan dan tempat tinggal para santri. Kerusakan bangunan tentu menjadi tantangan bagi pihak pesantren untuk kembali menyediakan fasilitas yang layak bagi para santri.

Meski kehilangan salah satu bangunan penting, tidak adanya korban jiwa menjadi hal yang paling disyukuri oleh keluarga besar Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin.

Kejadian tersebut juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan pondok pesantren, khususnya pada bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal santri.

Pihak pesantren kini harus menghadapi proses pemulihan pascakebakaran, termasuk kebutuhan untuk membangun kembali asrama yang telah hangus dilalap api.

Di tengah musibah tersebut, dukungan dari berbagai pihak menjadi harapan agar aktivitas pendidikan dan kehidupan para santri di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin dapat kembali berjalan normal.

Kunjungan jajaran Polres Kampar sehari setelah kejadian juga menjadi bagian dari respons terhadap musibah yang dialami pesantren tersebut. Kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 17.10 WIB dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.***

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari