Warga Keluhkan Listrik Sering Padam, Sopandi DPRD Meranti Surati Komisi XII DPR RI
MERANTI – Warga Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, harus menghadapi pemadaman listrik yang semakin panjang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah gangguan sejumlah mesin pembangkit pada PLTD Sub Rayon PLN Desa Lemang.
Pemadaman yang awalnya masih berlangsung secara bergilir dengan durasi beberapa jam kini semakin sering dan lama. Situasi ini membuat aktivitas rumah tangga, usaha, hingga kebutuhan masyarakat lainnya ikut terdampak.
Putri, salah seorang warga Rangsang Barat, mengaku pemadaman listrik belakangan semakin sulit diprediksi. Selain pemadaman bergilir, listrik juga kerap mati secara tiba-tiba.
“Pemadaman bergilir makin hari terasa semakin sering. Selain itu, pemadaman mendadak juga terjadi,” ujar Putri.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas yang membutuhkan listrik. Pemadaman mendadak juga menimbulkan kekhawatiran terhadap peralatan elektronik yang berpotensi mengalami kerusakan saat listrik kembali menyala.
Keluhan masyarakat itu kemudian mendorong Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi PAN, Sopandi, S.Sos, untuk turun langsung ke sumber persoalan. Legislator yang mewakili wilayah Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir tersebut mendatangi PLTD Lemang pada Rabu (26/8/2026).
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pembangkit sekaligus mendapatkan penjelasan terkait gangguan yang menyebabkan kemampuan pasokan listrik di Pulau Rangsang menurun.
“Kami telah melihat langsung ke PLTD Lemang karena sedang krisis listrik di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir,” ujar Sopandi kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
Sopandi menilai persoalan tersebut sudah berada pada kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Menurutnya, masyarakat tidak bisa terus-menerus bergantung pada pola pemadaman bergilir sebagai solusi sementara.
Ia meminta PLN mempercepat perbaikan mesin yang mengalami gangguan agar daya listrik dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.
“Saya harapkan, krisis listrik yang dialami warga segera diatasi dan dioptimalkan supaya tidak ada lagi keluhan dari masyarakat,” kata Sopandi.
Sopandi mengatakan, gangguan kelistrikan tersebut sebenarnya sudah dirasakan warga selama sekitar lima bulan terakhir. Seiring waktu, kondisi semakin memburuk karena kapasitas pembangkit yang tersedia terus berkurang.
“Awalnya pemadaman bergilir 5:1, lima hari menyala, satu hari pemadaman beberapa jam. Kemudian jadi 2:1 dan sejak beberapa hari ini jadi 8 jam menyala 8 jam padam listriknya,” jelasnya.
Menurut Sopandi, kondisi tersebut tidak hanya membutuhkan perbaikan mesin yang rusak, tetapi juga perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas pembangkit. Hal itu dinilai penting untuk mencegah krisis listrik kembali berulang di wilayah kepulauan tersebut.
“Saya berharap secepatnya pihak PLN mengatasi persoalan ini supaya tidak ada lagi listrik padam bergilir di daerah PLN Lemang ini,” ujarnya.
Tak ingin persoalan tersebut hanya berhenti pada pembahasan di tingkat daerah, Sopandi bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berencana membawa persoalan kelistrikan itu ke tingkat pusat.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni menyurati Komisi XII DPR RI, khususnya anggota komisi dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, yang membidangi sektor energi dan ketenagalistrikan. Surat tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi dukungan penambahan mesin pembangkit untuk memperkuat pasokan listrik di Pulau Rangsang.
“Kami akan menyurat Komisi XII DPR RI,” beber Sopandi.
Di sisi lain, kondisi di PLTD Lemang menunjukkan adanya gangguan pada empat unit mesin. Dari enam mesin yang dimiliki PLN, dua unit mengalami gangguan. Sementara dua unit mesin sewa yang juga digunakan untuk menopang kebutuhan listrik turut mengalami gangguan.
Gangguan pada empat mesin tersebut membuat daya pembangkit yang tersedia berkurang sekitar 1 megawatt. Hilangnya kapasitas tersebut menjadi salah satu faktor utama diberlakukannya pemadaman bergilir di wilayah Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir.
Saat ini, mesin yang mengalami gangguan masih dalam proses perbaikan. Penanganan juga masih menunggu teknisi serta komponen mesin yang didatangkan dari luar daerah.
Sopandi berharap perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga pemadaman panjang tidak lagi menjadi rutinitas bagi masyarakat. Di saat yang sama, ia mendorong adanya penambahan mesin baru sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Rangsang.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









