Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Tiga Hari Dicari, Selamat Belum Ditemukan, Tim SAR Sisir Kebun Sagu di Desa Maini

MERANTI – Sudah tiga hari Selamat belum kembali ke rumah. Warga Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti itu dilaporkan hilang sejak Jumat (7/8/2026), hingga Minggu (9/8/2026) malam belum ditemukan.

Tim SAR gabungan pun terus bergerak. Sejumlah jalur yang biasa dilalui korban mulai disisir, termasuk jalan pintas yang membelah kawasan kebun sagu dan mengarah ke sekitar kilang sagu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Meranti, M Khardafi, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti, Ardath S.IP, mengatakan pencarian telah memasuki hari ketiga. Namun, hingga Minggu sore, keberadaan Selamat masih belum diketahui.

“Untuk sementara bapak Selamat sudah masuk hari yang ketiga dengan hari ini belum kita ketemukan,” ujar Ardath kepada wartawan, Minggu (9/8/2026) malam.

Informasi dari keluarga menyebutkan, Selamat terakhir kali diketahui berada di Desa Maini pada Jumat sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, ia disebut hendak membeli rokok di sebuah warung.

Namun dalam perjalanan, Selamat bertemu dengan keponakannya, Kelana. Keponakan tersebut kemudian mengantarkan Selamat menuju rumah. Hanya saja, pengantaran berhenti di pertengahan jalan dan Selamat selanjutnya melanjutkan perjalanan seorang diri.

Keluarga mengetahui korban memiliki kebiasaan menggunakan jalan pintas melewati kawasan kebun sagu saat pulang ke rumah. Jalur tersebut juga berada tidak jauh dari sejumlah kilang sagu yang selama ini kerap menjadi tempat Selamat singgah.

Kecurigaan kemudian mengarah ke kawasan tersebut. Keluarga mencoba mencari informasi kepada pihak kilang sagu, tetapi tidak mendapatkan hasil. Berdasarkan keterangan yang diterima, Selamat bahkan sudah sekitar satu minggu tidak terlihat berada di kawasan kilang.

Jalur kebun sagu yang biasa digunakan korban diketahui memiliki akses hingga ke bagian belakang rumahnya. Karena itu, kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang terus diperhatikan dalam pencarian.

Selamat diketahui berusia sekitar 75 tahun. Dengan kondisi tersebut, tim gabungan memperluas penyisiran untuk memastikan setiap lokasi yang memungkinkan dilalui korban tidak terlewatkan.

Pencarian dilakukan BPBD Kepulauan Meranti bersama Pemerintah Desa Maini, personel Polsek Tebing Tinggi Barat, Babinsa, Basarnas, serta masyarakat setempat.

Hingga Minggu sore, belum ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban. Meski demikian, pencarian tetap dilanjutkan dengan menyisir sejumlah titik yang dianggap memiliki kemungkinan menjadi lokasi terakhir korban berada.

“Tim SAR akan melanjutkan pencarian besok,” kata Ardath.

Pencarian dijadwalkan kembali dilaksanakan pada Senin (10/8/2026). Tim gabungan berharap penyisiran lanjutan dapat menemukan keberadaan Selamat dan membawa kabar baik bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu kepulangannya.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari