Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

SPMB Meranti Rampung, Mayoritas Sekolah Masih Kekurangan Peserta Didik

Oplus_131072

MERANTI – Berakhirnya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kepulauan Meranti memperlihatkan masih belum meratanya distribusi peserta didik di setiap sekolah. Dari ratusan satuan pendidikan yang membuka penerimaan, hanya segelintir sekolah yang berhasil memenuhi kuota, sementara sebagian besar lainnya masih memiliki daya tampung yang belum terisi.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat sebanyak 2.891 calon peserta didik mendaftar di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 2.009 calon peserta didik di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meski jumlah pendaftar mencapai 4.900 orang, penyebaran peserta didik belum merata di seluruh sekolah.

Dari total 170 SD yang mengikuti SPMB, hanya tujuh sekolah yang berhasil memenuhi kuota penerimaan. Kondisi serupa juga terjadi pada jenjang SMP. Dari 58 SMP yang membuka penerimaan siswa baru, hanya dua sekolah yang kuotanya terpenuhi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Tunjiarto, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Irwanto, Selasa (7/7/2026), mengatakan masyarakat masih memiliki kesempatan mendaftarkan anaknya ke sekolah yang belum memenuhi daya tampung.

“Untuk sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, masyarakat masih bisa mendaftarkan anaknya selama daya tampung di sekolah tersebut masih tersedia,” kata Irwanto.

Ia menjelaskan, tingginya minat masyarakat masih terpusat pada sejumlah sekolah favorit. Untuk jenjang SD, sekolah yang paling diminati adalah SD Negeri 2 Selatpanjang, sedangkan pada jenjang SMP adalah SMP Negeri 2 Selatpanjang.

Akibat tingginya jumlah peminat di sekolah tertentu, terdapat sejumlah sekolah yang menerima pendaftar melebihi kuota yang telah ditentukan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan mengarahkan calon peserta didik agar memilih sekolah lain yang masih memiliki kursi kosong.

“Memang ada beberapa sekolah yang pendaftarnya melebihi kuota. Karena itu kami arahkan agar mendaftar ke sekolah lain yang masih tersedia sesuai pilihan mereka,” ujarnya.

Selain melakukan pengaturan distribusi peserta didik, Disdikbud Kepulauan Meranti juga menerima sejumlah pengaduan masyarakat selama pelaksanaan SPMB, salah satunya mengenai penerapan sistem zonasi di SD Negeri 2 Selatpanjang.

Irwanto memastikan seluruh laporan telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan agar proses penerimaan berlangsung secara adil dan terbuka.

“Pengaduan tersebut sudah kami tindak lanjuti dan dicarikan solusi. Kami memastikan pelaksanaan SPMB melalui sistem zonasi dilakukan secara murni, transparan, dan tidak ada permainan,” tegasnya.

Pelaksanaan SPMB tahun ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun-tahun berikutnya. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah penerapan sistem penerimaan peserta didik berbasis aplikasi yang akan dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Dengan sistem berbasis aplikasi, kami berharap proses SPMB tahun depan akan semakin efektif, mudah diakses masyarakat, serta lebih transparan dan akuntabel,” tutupnya.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari