Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Sekda Sudandri Ingatkan Pelajar Meranti Jangan Lupakan Bahasa Melayu, Ini Pesannya

Sekda Sudandri Jauzah, saat membuka Semarak Bulan Bahasa tingkat SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti di Afifa Sport Center, Selatpanjang, Sabtu (31/10/2026).

MERANTI – Di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya asing, generasi muda Kepulauan Meranti diingatkan agar tidak kehilangan jati diri daerah. Salah satunya dengan tetap mencintai dan melestarikan Bahasa Melayu sebagai warisan budaya masyarakat setempat.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, S.H., saat membuka Semarak Bulan Bahasa tingkat SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti di Afifa Sport Center, Selatpanjang, Sabtu (31/10/2026). Sudandri hadir mewakili Bupati Kepulauan Meranti.

Menurutnya, kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik harus berjalan seiring dengan upaya menjaga bahasa daerah. Bahasa Indonesia merupakan identitas sekaligus alat pemersatu bangsa, sedangkan Bahasa Melayu memiliki kedudukan penting dalam menjaga akar budaya masyarakat Meranti.

“Saya mengajak seluruh insan pendidikan untuk menanamkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia tanpa melupakan bahasa daerah. Generasi muda harus mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik, menguasai bahasa asing, serta tetap bangga menggunakan dan melestarikan Bahasa Melayu sebagai warisan budaya daerah,” ujarnya.

Sudandri menegaskan, Bulan Bahasa tidak boleh berhenti sebatas kegiatan tahunan atau perlombaan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan membaca, menulis, berkomunikasi, hingga melahirkan karya yang mencerminkan kemampuan berpikir kritis para pelajar.

Dia juga mendorong sekolah memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan sastra, pidato, puisi, dan berbagai karya tulis.

“Kemampuan berbahasa bukan hanya tentang berbicara dengan baik, tetapi juga bagaimana seseorang mampu berpikir kritis, menyampaikan ide, membangun komunikasi, dan menghargai perbedaan,” pesannya.

Bahkan, Sudandri berharap kekayaan sastra Melayu kembali diperkenalkan secara luas di lingkungan pendidikan. Pantun, seloka, dan gurindam dinilai dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan moral serta norma kehidupan kepada generasi muda.

“Nilai-nilai moral dan norma-norma yang memang harus kita taati bisa kita masukkan di dalam pantun, seloka, dan gurindam,” ujarnya.

Dia juga meminta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan melahirkan gagasan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, serta penguatan pendidikan karakter.

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Untuk itu, saya mengajak seluruh kepala sekolah dan guru agar terus bersinergi dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, Sekretaris dan Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kepulauan Meranti Alfian Husin, Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti Afrizal Cik, serta kepala sekolah, guru pendamping, dewan juri dan peserta lomba.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari