Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

PWI Riau Bagikan 10 Ribu Masker di Tengah Kabut Asap Pekanbaru

PEKANBARU – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau membuat masyarakat harus ekstra waspada saat menjalankan aktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau mengambil langkah sederhana namun langsung menyentuh masyarakat.

Melalui program “PWI Riau Berbagi Masker”, PWI Riau turun ke jalan membagikan masker kepada pengguna jalan di Kota Pekanbaru. Kegiatan itu menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang tetap harus bekerja, bepergian, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan, kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang. Paparan udara yang tidak sehat juga menjadi ancaman bagi kesehatan sehingga penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan.

Ketua PWI Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar, mengatakan keberadaan wartawan di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menyampaikan informasi. Menurutnya, insan pers juga dapat mengambil bagian dalam membantu masyarakat ketika menghadapi persoalan yang berdampak luas.

“Kami dari PWI Riau turut prihatin dengan kondisi kabut asap yang terjadi di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian sederhana kami kepada masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Raja Isyam Azwar.

Ia menilai persoalan kabut asap harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap dampak buruk kualitas udara seperti anak-anak dan lansia.

Selain membagikan masker, PWI Riau juga ingin menyampaikan pesan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan upaya penanganan sumber persoalan, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami berharap masker yang dibagikan ini dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan udara yang kurang sehat. Namun yang lebih penting adalah bagaimana persoalan karhutla ini dapat ditangani secara serius dan dilakukan pencegahan secara berkelanjutan,” katanya.

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari