Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Polda Riau Tambah Sarpras Karhutla, Kapolres Rohil Cek Kesiapan Alat

ROKAN HILIR – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak cukup dihadapi dengan personel. Kecepatan respons juga sangat ditentukan kesiapan peralatan di lapangan. Karena itu, Polres Rokan Hilir (Rohil) langsung mengecek sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan karhutla yang baru didistribusikan Polda Riau.

Pengecekan dilakukan di halaman Mako Polres Rohil, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kapolres Rohil AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung memeriksa peralatan tersebut bersama Wakapolres Rohil Kompol Rikky Operiady, S.Sos., S.I.K., M.I.K., serta sejumlah pejabat utama dan personel terkait.

Tak sekadar melihat kondisi fisik, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari pendataan, penghitungan jumlah hingga memastikan setiap komponen peralatan lengkap dan dapat difungsikan ketika dibutuhkan.

Dari distribusi Polda Riau tersebut, Polres Rohil menerima lima unit fire pump. Peralatan itu terdiri atas tiga set gasoline engine pump MGP 40 HGX, dua unit fire pump GXH 50, serta fire pump RF 80 FP 3 inci dengan konfigurasi selang yang berbeda.

Dukungan lainnya berupa tiga unit water storage tank berkapasitas 1.000 liter, genset 5.000 watt, tabung oksigen, pemukul api, baju tahan panas, helm karhutla, sarung tangan, senter kepala, tool kit, konektor dan perlengkapan pendukung lainnya. Termasuk 55 kotak masker medis.

Kapolres Rohil AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sarpras yang diterima sesuai dengan data distribusi dan benar-benar siap digunakan.

“Kami memastikan seluruh peralatan yang baru diterima dari Polda Riau sudah lengkap, sesuai dengan data pendistribusian dan dalam kondisi baik. Ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan kami dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah hukum Polres Rokan Hilir,” kata Aldi Alfa.

Menurutnya, tambahan peralatan tersebut menjadi penguat bagi personel yang bertugas di lapangan. Terlebih, penanganan karhutla membutuhkan kecepatan sejak api pertama kali terdeteksi agar tidak berkembang dan meluas.

“Seluruh peralatan ini akan kami inventarisasi dan tempatkan dengan baik sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung digunakan. Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum terjadi kebakaran, bukan setelah api muncul,” tegasnya.

Dia juga meminta seluruh personel memahami cara penggunaan setiap peralatan sekaligus menjaga kondisinya. Peralatan penanggulangan karhutla, kata dia, harus selalu berada dalam kondisi siap pakai.

Dengan tambahan sarpras tersebut, Polres Rohil memperkuat kesiapan menghadapi karhutla, mulai dari upaya pencegahan, pemadaman hingga proses pendinginan.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari