Pemadaman Makin Panjang, Sopandi Bawa Krisis Listrik Pulau Rangsang ke Tingkat Pusat
MERANTI – Persoalan listrik di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, memasuki kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Warga kini harus beradaptasi dengan pemadaman hingga berjam-jam akibat berkurangnya kemampuan pembangkit di PLTD Sub Rayon PLN Desa Lemang.
Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan lagi sekadar pemadaman sesekali. Listrik yang mati berulang kali mulai mengganggu berbagai aktivitas, sementara pemadaman yang terjadi secara mendadak turut menimbulkan kekhawatiran terhadap peralatan elektronik warga.
Putri, warga Rangsang Barat, mengatakan pemadaman yang terjadi akhir-akhir ini semakin sering dirasakan masyarakat.
“Pemadaman bergilir makin hari terasa semakin sering. Selain itu, pemadaman mendadak juga terjadi,” ujar Putri.
Keluhan tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi PAN, Sopandi, S.Sos. Ia memilih datang langsung ke PLTD Lemang pada Rabu (26/8/2026) untuk melihat kondisi pembangkit dan mencari tahu penyebab semakin buruknya pasokan listrik di dua kecamatan tersebut.
“Kami telah melihat langsung ke PLTD Lemang karena sedang krisis listrik di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir,” ujar Sopandi kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
Sopandi mengatakan masyarakat sudah merasakan krisis listrik tersebut dalam kurun waktu sekitar lima bulan. Dalam periode itu, pola pemadaman berubah dari yang sebelumnya relatif terbatas menjadi semakin panjang.
“Awalnya pemadaman bergilir 5:1, lima hari menyala, satu hari pemadaman beberapa jam. Kemudian jadi 2:1 dan sejak beberapa hari ini jadi 8 jam menyala 8 jam padam listriknya,” jelas Sopandi.
Kondisi tersebut menurutnya harus segera dihentikan. Ia meminta PLN tidak hanya fokus mengembalikan mesin yang rusak, tetapi juga memastikan sistem kelistrikan di wilayah tersebut memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saya harapkan, krisis listrik yang dialami warga segera diatasi dan dioptimalkan supaya tidak ada lagi keluhan dari masyarakat,” kata Sopandi.
Ia juga menilai masyarakat di Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir membutuhkan kepastian pelayanan listrik. Pemadaman berkepanjangan dinilai berpotensi menghambat aktivitas warga apabila terus berlangsung tanpa solusi yang jelas.
“Saya berharap secepatnya pihak PLN mengatasi persoalan ini supaya tidak ada lagi listrik padam bergilir di daerah PLN Lemang ini,” ujarnya.
Untuk mendorong penyelesaian yang lebih besar, Sopandi mengatakan persoalan tersebut akan dibawa ke tingkat pemerintah pusat. Bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, ia berencana mengirim surat kepada Komisi XII DPR RI.
Surat itu nantinya ditujukan kepada anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, dengan harapan persoalan kelistrikan di wilayah kepulauan tersebut mendapat perhatian dan dukungan, termasuk kemungkinan penambahan mesin pembangkit.
“Kami akan menyurat Komisi XII DPR RI,” beber Sopandi.
Dari hasil kondisi pembangkit yang ada, empat dari total enam mesin yang menopang sistem kelistrikan di PLTD Lemang sedang mengalami gangguan. Dua unit merupakan mesin milik PLN, sedangkan dua lainnya adalah mesin sewa.
Gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pembangkit kehilangan daya sekitar 1 megawatt. Berkurangnya daya inilah yang kemudian membuat pasokan listrik tidak mampu memenuhi kebutuhan secara penuh sehingga pemadaman bergilir harus dilakukan.
Saat ini, perbaikan mesin masih berjalan. PLN juga masih menunggu kedatangan teknisi dan komponen tertentu yang harus didatangkan dari luar daerah.
Bagi Sopandi, pemulihan mesin menjadi langkah mendesak, tetapi penambahan kapasitas pembangkit juga perlu dipikirkan agar persoalan tidak kembali terulang. Ia berharap masyarakat di Pulau Rangsang segera mendapatkan pasokan listrik yang lebih stabil dan tidak lagi menghadapi pemadaman hingga berjam-jam.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









