NasDem Warning Pemkab Meranti, Jangan Pasang Target Pendapatan Terlalu Ambisius
MERANTI – Fraksi NasDem DPRD Kepulauan Meranti mengingatkan Pemkab agar tidak terlalu ambisius memasang target pendapatan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Setiap target harus realistis, terukur dan ditopang kesiapan sistem serta sumber daya manusia agar tidak berhenti sebagai angka di atas kertas.
Catatan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi NasDem DPRD Kepulauan Meranti Rosihan Afrizal, S.H. saat menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kepulauan Meranti, Minggu (27/9/2026) malam.
NasDem menilai Perubahan APBD harus menjadi instrumen untuk menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dengan kondisi aktual. Perubahan pendapatan, transfer maupun kebutuhan belanja harus dihitung secara realistis agar pelaksanaan anggaran tidak menimbulkan persoalan baru.
Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1.123.703.571.699,18. Angka tersebut bertambah Rp2.978.101.488,18 dibandingkan APBD murni.
Pendapatan daerah tersebut antara lain ditopang PAD sekitar Rp224 miliar dan pendapatan transfer yang masih berada di kisaran Rp889 miliar.
Besarnya ketergantungan terhadap transfer membuat pengelolaan target pendapatan harus dilakukan secara hati-hati. NasDem meminta pemerintah tidak menetapkan target yang terlalu tinggi apabila belum ditunjang sistem pemungutan, potensi yang jelas dan sumber daya manusia yang memadai.
Di sisi lain, belanja daerah dalam rancangan perubahan mencapai Rp1.126.121.071.979. Komposisi tersebut membuat APBD-P 2026 mengalami defisit sebesar Rp2.417.500.279,82.
Defisit itu direncanakan ditutup melalui pembiayaan daerah. Penerimaan pembiayaan berada sekitar Rp2.661.967.700,82 yang bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya.
NasDem meminta perubahan postur tersebut dibarengi penataan belanja yang lebih terarah. Rasionalisasi tidak boleh mengganggu sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pelayanan publik.
Keseimbangan antara belanja wajib, belanja pilihan dan hibah juga diminta tetap dijaga sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Setiap rupiah dana APBD Kepulauan Meranti betul-betul digunakan untuk kebutuhan prioritas masyarakat dengan perencanaan yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Rosihan.
NasDem juga memberi perhatian terhadap kewajiban pemerintah yang berkaitan langsung dengan pendapatan masyarakat. Pembayaran TPP pegawai, Honor Daerah dan Gaji Desa diminta tidak tersendat.
“Yang perlu kami ingatkan kembali komitmen Kepala Daerah, dengan kondisi kabupaten Kepulauan Meranti saat ini yang hanya tergantung pada TPP pegawai, Honor Daerah, Gaji Desa agar dibayarkan tepat waktu di tahun 2026 agar perputaran ekonomi ditengah-tengah Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti berjalan dengan baik,” kata Rosihan.
Menurut NasDem, ketepatan pembayaran tersebut ikut berpengaruh terhadap perputaran uang dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kepulauan Meranti.
Fraksi NasDem juga menekankan Perubahan APBD tidak boleh dipandang sekadar sebagai penyesuaian administratif. Anggaran harus mampu merespons kondisi ekonomi, perubahan kebijakan serta kebutuhan aktual masyarakat.
Karena itu, pengelolaan anggaran diminta tetap berpegang pada prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, partisipasi publik dan keadilan. Masyarakat juga perlu mendapatkan ruang untuk mengawasi pelaksanaan program dan penggunaan anggaran.
Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, S.E. mengatakan penyampaian pandangan umum fraksi merupakan tahapan lanjutan pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 setelah pemerintah daerah menyampaikan Nota Keuangan.
“Setelah Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 disampaikan pemerintah daerah, tahapan selanjutnya adalah mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD,” kata Khalid Ali.
Pandangan NasDem bersama tujuh fraksi lainnya selanjutnya menjadi bahan pembahasan DPRD bersama Pemkab Kepulauan Meranti sebelum Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 memasuki tahapan berikutnya.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









