Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Narkoba Jadi Sorotan Asmar, ASN Diminta Jaga Diri dan Kejujuran

MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mengingatkan ASN dan PPPK agar menjauhi narkoba serta membangun kehidupan yang berlandaskan kejujuran. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya berisiko terhadap kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi perilaku dan kehidupan seseorang.

Pesan itu disampaikan Asmar saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemkab Meranti, Kamis (20/8/2026).

Asmar mengaku mendapat informasi mengenai adanya pegawai ASN maupun PPPK yang diduga menggunakan narkoba. Ia meminta pegawai tidak main-main dengan persoalan tersebut dan membuka kemungkinan pemeriksaan urine secara menyeluruh.

“Dapat informasi ada pegawai ASN maupun PPPK memakai narkoba, hati-hati kalau perlu nanti kita cek urinenya semua,” kata Asmar.

Menurut Asmar, tes urine mendadak sebelumnya juga pernah dilakukan. Dalam pemeriksaan tersebut, beberapa tenaga honorer disebut dinyatakan positif. Temuan itu menjadi salah satu alasan pentingnya pengawasan dan pencegahan secara berkelanjutan di lingkungan pemerintahan.

Asmar kemudian menggambarkan sejumlah perubahan perilaku yang menurutnya dapat muncul pada seseorang yang menggunakan narkoba, mulai dari kondisi emosional hingga menurunnya semangat menjalankan pekerjaan.

“Kalau kita sudah makai narkoba pikiran kosong, pikiran kosong emosi tinggi, bohong paling hebat pembohongnya. Utang keliling pinggang, masuk kantor malas maunya tidur, itu bisa jadi itu pemakai narkoba jangan pikir saya tidak tahu ya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa percaya diri yang muncul sesaat setelah menggunakan narkoba bukanlah kekuatan yang sebenarnya. Ketika pengaruhnya hilang, seseorang justru dapat mengalami kondisi sebaliknya.

“Ingat baik-baik, makai narkoba mentalnya jadi kuat tapi seketika itu aja, coba ditahan satu jam menangis itu minta tolong,” katanya.

Asmar meminta pegawai tidak menunggu sampai penyalahgunaan narkoba menyeret mereka ke persoalan hukum. Ia menilai, selama seseorang tidak melakukan pelanggaran dan tidak ada laporan yang harus ditindaklanjuti, aparat penegak hukum tidak akan memanggil tanpa dasar.

“Nanti disalahkan siapa? jaksa, polisi. Yang salah kita. Kalau kita tidak berbuat, polisi tidak akan manggil. Kejaksaan juga tidak akan manggil,” tegasnya.

Bagi Asmar, kejujuran merupakan prinsip utama yang harus dijaga, termasuk ketika seseorang menghadapi persoalan atau kekurangan. Ia meminta pegawai tidak memaksakan sesuatu dan tidak menutupinya dengan kebohongan.

“Prinsip saya hidup tu harus jujur jangan suka bohong kalau bohong hancur. Kalau tidak ada ya udah jangan dipaksa, begitu,” pungkas Asmar.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari