Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Lama Dinanti Warga Meranti, SBT Didorong Masuk Tahap Implementasi

Wabup Muzamil saat mengikuti rapat finalisasi SBT secara virtual, Selasa (6/10/2026).

MERANTI – Penantian panjang Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap penerapan Special Border Treatment (SBT) mulai menemui titik terang. Pemerintah daerah kini mendorong skema khusus masyarakat perbatasan Indonesia–Malaysia itu segera bergeser dari pembahasan menuju implementasi.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, S.M., M.M., mengatakan perkembangan pembahasan dalam beberapa bulan terakhir cukup signifikan. Kondisi itu berbeda dibandingkan sebelumnya yang dinilai belum menunjukkan kemajuan berarti.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak yang telah menginisiasi dan melanjutkan pembicaraan sampai ke tingkat ini. Selama ini kami jalan di tempat, tidak ada progres. Tapi alhamdulillah saya melihat di tahun 2026, terutama tiga bulan terakhir ini, luar biasa,” ujarnya dalam rapat finalisasi SBT secara virtual, Selasa (6/10/2026).

Skema tersebut diproyeksikan menjadi proyek percontohan bagi masyarakat Kepulauan Meranti dan Kabupaten Karimun. Johor Darul Ta’zim dan Negeri Melaka menjadi wilayah tujuan yang dibahas dalam skema awal.

Peluang kerja diarahkan pada sektor perkebunan, perikanan hingga pekerjaan kategori 3D atau dirty, dangerous and difficult. Masa kerja sementara dirancang sekitar tiga hingga enam bulan.

Muzamil meminta pembahasan tidak kembali tersendat karena perbedaan kepentingan antarlembaga. Menurutnya, kebutuhan masyarakat perbatasan harus menjadi titik temu.

“Kalau kita membicarakan SBT ini karena undang-undang, karena peraturan dan ego sektoral masing-masing, kita pasti akan berbeda. Tetapi kalau kita membicarakan SBT ini karena empati, karena hati, saya yakin kita akan bertemu,” katanya.

Tahapan SBT selanjutnya dijadwalkan masuk Forum Sosial Ekonomi dan Kebudayaan Nasional (Soseknas) pada akhir Oktober 2026 sebelum pembicaraan diteruskan dengan pemerintah Malaysia.

Pemkab Meranti berharap rangkaian tersebut menjadi tahapan penentu agar SBT tidak kembali berhenti sebagai konsep, melainkan benar-benar bisa digunakan masyarakat perbatasan.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari