Jasad Perempuan Muda Ditemukan di Perairan Meranti, Ada Pesan Terakhir
Upaya pencarian menemukan sepeda motor dan telepon genggam milik korban di sekitar Jalan Parit Seribu. Tak jauh dari kawasan pantai, keluarga juga menemukan sepasang sepatu korban.
Temuan itu membuat pencarian diperluas ke kawasan pesisir dengan melibatkan masyarakat dan personel Polsek Rangsang.
Hingga akhirnya, Minggu pagi, tubuh korban ditemukan tersangkut pada belat di perairan Desa Tanjung Kedabu.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan, Keluarga Tolak Autopsi
Setelah dievakuasi, jenazah korban menjalani pemeriksaan luar oleh Bidan Desa Tanjung Kedabu, Astika Yani, S.Kep.
Hasil pemeriksaan tidak menemukan luka lecet, lebam maupun memar pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematiannya belum dapat dipastikan.
“Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan luka maupun memar pada tubuh korban. Namun, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan dari pemeriksaan tersebut,” jelas Aguslan.
Sementara itu, pihak keluarga melalui ayah kandung korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan menolak autopsi.
Keputusan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani Junaidi selaku perwakilan keluarga korban.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka sebelum dimakamkan pada Minggu (18/10/2026).
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Tanjung Kedabu. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









