Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Jasad Perempuan Muda Ditemukan di Perairan Meranti, Ada Pesan Terakhir

Seorang perempuan muda di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat, Minggu (18/10/2026) pagi.

MERANTI – Seorang perempuan muda di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat, Minggu (18/10/2026) pagi. Sebelum ditemukan, korban sempat mengirimkan pesan WhatsApp yang mengkhawatirkan kepada orang tuanya.

Korban diketahui bernama Suleha Rindiyani (22), warga Jalan Parit Tengah, Dusun II, Desa Tanjung Kedabu. Jasadnya ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi tengkurap di jaring penangkap ikan atau belat.

Penemuan tersebut bermula ketika dua warga, Mur dan Junaidi yang merupakan paman korban, melakukan pencarian di sekitar perairan desa.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Rangsang AKP Aguslan, S.H., membenarkan peristiwa tersebut.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Desa Tanjung Kedabu. Sebelumnya, keluarga bersama masyarakat dan personel kepolisian telah melakukan pencarian,” kata Aguslan, Minggu (18/10/2026).

Pesan Terakhir Bikin Keluarga Khawatir

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban menghubungi orang tuanya untuk menyampaikan keinginan menyusul mereka ke Desa Kayu Ara.

Sekitar pukul 16.30 WIB, korban meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor Honda Blade.

Namun, setengah jam kemudian, korban mengirimkan pesan WhatsApp berisi ungkapan kesedihan dan perasaan menjadi beban bagi orang lain. Dalam pesan itu, korban juga meminta agar dirinya tidak dicari apabila meninggal dunia.

Pesan tersebut membuat orang tua korban cemas hingga meminta bantuan keluarga untuk melakukan pencarian.

Upaya pencarian menemukan sepeda motor dan telepon genggam milik korban di sekitar Jalan Parit Seribu. Tak jauh dari kawasan pantai, keluarga juga menemukan sepasang sepatu korban.

Temuan itu membuat pencarian diperluas ke kawasan pesisir dengan melibatkan masyarakat dan personel Polsek Rangsang.

Hingga akhirnya, Minggu pagi, tubuh korban ditemukan tersangkut pada belat di perairan Desa Tanjung Kedabu.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan, Keluarga Tolak Autopsi

Setelah dievakuasi, jenazah korban menjalani pemeriksaan luar oleh Bidan Desa Tanjung Kedabu, Astika Yani, S.Kep.

Hasil pemeriksaan tidak menemukan luka lecet, lebam maupun memar pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematiannya belum dapat dipastikan.

“Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan luka maupun memar pada tubuh korban. Namun, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan dari pemeriksaan tersebut,” jelas Aguslan.

Sementara itu, pihak keluarga melalui ayah kandung korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan menolak autopsi.

Keputusan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani Junaidi selaku perwakilan keluarga korban.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka sebelum dimakamkan pada Minggu (18/10/2026).

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Tanjung Kedabu. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari