Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Estimasi 1 Trilliun Pertahun, Ketapang Permai Dinilai Potensial Sebagai Zona Ekonomi Baru

Oplus_131072

MERANTI – Desa Ketapang Permai Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau dinilai menjadi kawasan paling potensial sebagai sentralisasi ekonomi baru di zona barat – Kepulauan Meranti, karena kota Selatpanjang sebagai Ibukota Kabupaten merupakan satu – satunya pusat perbelanjaan di zona timur.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Koperasi Desa Merah Putih Ketapang Permai, Shem Fatamorgana, beberapa saat usai melakukan diskusi Internal bersama awak media pada Rabu (15/7/2026), tentang kelayakan geografis Pesisir Selat Asam menjadi solusi alternatif bagi masyarakat Kecamatan Merbau, Pulau Merbau dan Kecamatan Tasik Putri Puyu untuk berdirinya sebuah pusat perbelanjaan baru.

Menurutnya, Ketapang Permai merupakan wilayah paling strategis sebagai Sentralisasi, karena selama puluhan tahun warga Tiga Kecamatan di wilayah itu menggantungkan segala ketersediaan kebutuhan hidup di Ibukota Kabupaten.

“Jika peta Kabupaten ini kita belah menjadi dua, tentu Selatpanjang dapat disebut sebagai zona timur. Artinya kita perlu mengakhiri ketergantungan masyarakat 35 Desa di 3 Kecamatan selama puluhan tahun, dan saya kira membangun pusat perbelanjaan di zona barat adalah solusi efektif untuk memangkas biaya transportasi, efesiensi waktu dan faktor jarak tempuh dengan segala resikonya bagi masyarakat Merbau, Pulau Merbau dan Tasik Putri Puyu,” ujar Shem Fatamorgana.

Bukan tanpa sebab, rancangan itu ia buat berdasarkan hasil analisa, kajian ilmiah, pelatihan program bersama Dinas Koperasi dan survey selama berbulan – bulan atas peran beliau sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih Ketapang Permai. Sehingga menurutnya, berupaya menemukan sebuah Inovasi merupakan bagian dari dukungan dan komitmen pihaknya terhadap hilirisasi program pemerintah Republik Indonesia di era Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo – Gibran.

“Sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih, saya dibimbing bersama kawan – kawan secara teknis untuk menemukan berbagai Inovasi saat pelatihan. Dan dari semua yang kita rancang, maka saya memilih Inovasi yang tak hanya berdampak bagi Desa Ketapang Permai, tapi juga dapat mengakomodir kebutuhan bagi masyarakat 35 Desa apabila berdirinya pusat perbelanjaan terbesar kedua di Kepulauan Meranti setelah kota Selatpanjang,” tambahnya.

Saat diminta memaparkan potensi dan kelayakan Ketapang Permai sebagai 1 dari 35 Desa yang dipilih, Ketua Umum ICMI Muda Kepulauan Meranti tersebut memberikan alasan konkrit dari berbagai sektor.

“Ada 13 alasan kenapa Ketapang Permai menurut saya harus menjadi opsi. Karena berdasarkan survey, analisis dan hasil dari bimtek yang kami dapat, maka Desa itu memiliki kriteria yang komplit. Mulai dari ketersediaan lahan, ketersediaan air bersih, kesiapan pengusaha lokal dan calon pemilik modal lokal, ketersediaan kapal pengangkut lokal yang cukup, ketersediaan transportasi penyeberangan, geografis yang strategis, komoditi lokal yang komplit, SDM yang mumpuni, tingginya tingkat toleransi, rendahnya angka kriminal, tenaga kerja yang kolektif serta lokasinya dapat disebut sebagai lintas kecamatan dan lintas kabupaten,” ungkapnya secara komperehensif.

Pemilik nama lengkap Samsir Ibrahim itu juga menyebut bahwa program yang dimaksud perlu menjadi atensi prioritas bagi pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, dalam upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran di tengah defisitnya berbagai sektor anggaran. Sekaligus ia juga menjelaskan kalkulasi perkiraan tentang potensi transaaksi jual beli yang akan berlangsung senilai Satu Trilliun Pertahun apabila program itu terealisasi, seraya pihaknya berharap kepada Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pemerintah Pusat dapat memberikan dukungan berupa fasilitas jembatan, jalan umum dan fasilitas penunjang lain.

“Buat kami, mulai dari Pemerintah Daerah, provinsi dan pemerintah pusat perlu menjadikan Inovasi ini sebagai skala prioritas. Paling tidak, kita berharap adanya dukungan pembangunan dari pemerintah berupa jembatan, jalan umum dan fasilitas penunjang lainnya. Karena kita pasti sepakat, bahwa perputaran ekonomi di akar rumput adalah pondasi penting untuk memperkuat kokohnya ekonomi nasional. Karena berdasarkan populasi penduduk yang berjumlah 50.653 Jiwa dengan segala kebutuhannya, maka akan ada dana transaksi jual beli yang bergulir sekitar 3 Milliar perhari atau sekitar 1 Trilliun Pertahun jika lokasi yang dipilih sebagai pembangunan pusat perbelanjaan zona barat – Kepulauan Meranti Provinsi Riau adalah Desa Ketapang Permai,” tutupnya.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari