Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Diskop-UKM dan Naker Kepulauan Meranti Sambut Positif Gagasan Zona Ekonomi Barat

Sebelumnya, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Ketapang Permai, Shem Fatamorgana, mengemukakan gagasan pembangunan kawasan perdagangan baru di Desa Ketapang Permai yang diproyeksikan menjadi pusat ekonomi bagi tiga kecamatan, yakni Merbau, Pulau Merbau, dan Tasik Putri Puyu.

Menurutnya, selama ini masyarakat di 35 desa pada tiga kecamatan tersebut masih bergantung pada Kota Selatpanjang sebagai satu-satunya pusat perdagangan di wilayah timur Kepulauan Meranti. Kehadiran sentra ekonomi baru di zona barat diyakini dapat memangkas biaya transportasi, mempercepat distribusi barang, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu bagi masyarakat.

Gagasan tersebut, lanjutnya, lahir dari hasil survei lapangan, kajian geografis, serta pembekalan yang diperoleh melalui pelatihan program koperasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, Desa Ketapang Permai dinilai memiliki berbagai keunggulan, mulai dari ketersediaan lahan, akses transportasi, sumber daya manusia, komoditas unggulan, hingga posisi geografis yang strategis sebagai penghubung lintas kecamatan.

Shem bahkan memperkirakan, apabila kawasan perdagangan tersebut dapat diwujudkan, nilai transaksi ekonomi yang berputar dari sekitar 50 ribu lebih penduduk di tiga kecamatan berpotensi mencapai sekitar Rp3 miliar per hari atau mendekati Rp1 triliun per tahun.

Ia berharap gagasan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah Provinsi Riau hingga pemerintah pusat, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, serta fasilitas penunjang lainnya agar rencana pembentukan sentra ekonomi baru di zona barat Kepulauan Meranti dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari