Demi Selamatkan Ibunya, Seorang Anak Nekat Terobos Rumah yang Terbakar
MERANTI – Asap hitam tebal yang mengepul dari sebuah rumah di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (19/9/2026) sore, membuat seorang anak panik. Ibunya yang sudah lanjut usia ternyata masih berada di dalam rumah dan berusaha memadamkan api yang terus membesar.
Peristiwa menegangkan itu terjadi sekitar pukul 16.50 WIB. Syafinah (44) awalnya melihat kepulan asap hitam keluar dari rumah ibunya, Nurhayati (76). Dia pun bergegas mendatangi rumah tersebut untuk memastikan kondisi sang ibu.
Setibanya di dalam rumah, Syafinah mendapati ibunya tengah berusaha memadamkan api yang berkobar di bagian dapur. Namun, kobaran api semakin membesar dan mulai merambat menuju ruang tamu.
Tak ingin keselamatan ibunya terancam, Syafinah langsung menarik paksa perempuan lanjut usia itu keluar dari rumah. Upaya tersebut dilakukan ketika api terus menjalar ke bagian lain bangunan.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
“Anak korban melihat asap hitam tebal keluar dari rumah orang tuanya. Saat didatangi, ibunya masih berusaha memadamkan api di dapur. Karena api sudah membesar dan merambat ke ruang tamu, anak korban langsung menarik paksa ibunya keluar dari rumah,” ujar Lubis menjelaskan kronologi kejadian.
Di tengah situasi tersebut, Mashitah, Ketua RT 005 RW 001 Kelurahan Selatpanjang Kota, segera meminta bantuan. Sekitar pukul 17.10 WIB, dia menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Kapolsek Tebing Tinggi setelah mengetahui rumah salah seorang warganya dilalap api.
Sepuluh menit kemudian, personel Unit Reskrim dan Samapta Polsek Tebing Tinggi bersama petugas Damkar Kepulauan Meranti serta warga berjibaku memadamkan kobaran api.
Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 18.10 WIB. Setelah hampir satu jam penanganan sejak laporan diterima, api akhirnya berhasil dijinakkan.
“Petugas bersama masyarakat melakukan pemadaman hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.10 WIB,” kata Lubis.
Meski api berhasil dipadamkan, sejumlah harta benda milik Nurhayati tidak dapat diselamatkan. Barang-barang yang hangus meliputi mesin jahit, mesin cuci, kulkas, kasur, sofa, speaker, serta dua unit sepeda. Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Dugaan itu mengacu pada keterangan Mashitah yang menyebut api pertama kali muncul dari colokan kabel listrik.
Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, mendokumentasikan lokasi, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
“Pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti akan terus dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran,” jelas Lubis.
Di balik kerugian yang ditimbulkan, kebakaran tersebut menyisakan kisah penyelamatan seorang ibu oleh anaknya. Ketika api mulai menjalar dari dapur menuju ruang tamu, Mashitah memilih menarik paksa sang ibu keluar daripada membiarkannya terus berusaha menyelamatkan rumah dari kobaran api.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









