Cegah Stunting Dimulai Sebelum Menikah, Pemkab Meranti Serahkan Sertifikat ELSIMIL kepada Pasangan Pengantin
MERANTI – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti kini tidak hanya difokuskan pada ibu hamil dan balita, tetapi juga dimulai sejak calon pasangan memasuki gerbang pernikahan. Melalui program Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti membekali calon pengantin dengan edukasi dan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan Sertifikat ELSIMIL kepada pasangan pengantin di Desa Banglas. Sertifikat itu menjadi tanda bahwa calon suami istri telah mengikuti rangkaian persiapan pranikah yang meliputi skrining kesehatan, edukasi, serta pengisian data melalui aplikasi ELSIMIL sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas Sosial P3AP2KB) dalam memperkuat pencegahan stunting dari hulu. Melalui pendekatan tersebut, pasangan pengantin diharapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan yang memadai sebelum merencanakan kehamilan.
Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis di sela-sela prosesi pernikahan. Sertifikat diserahkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kepulauan Meranti, Dewi Atmidilla, S.T., M.M., didampingi penyuluh KB, kader KB, serta Kepala Desa Banglas.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kepulauan Meranti, Rokhaizal, S.Pd., M.Pd., melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dewi Atmidilla, S.T., M.M., mengatakan ELSIMIL menjadi salah satu program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui persiapan keluarga sejak sebelum kehamilan.
Menurutnya, kesiapan pasangan pengantin tidak hanya diukur dari kesiapan melangsungkan pernikahan, tetapi juga dari kondisi kesehatan dan pemahaman mereka dalam merencanakan kehidupan berkeluarga.
“Melalui sertifikat ELSIMIL ini, kami berharap para pasangan pengantin semakin memahami pentingnya mempersiapkan diri sebelum menikah dan merencanakan kehamilan. Sertifikat ini bukan sekedar dokumen administrasi, tetapi menjadi bukti bahwa pasangan pengantin telah mendapatkan edukasi dan pendampingan kesehatan sebagai langkah awal mencegah stunting,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari penyuluh KB, tenaga kesehatan, kader KB, pemerintah desa hingga masyarakat agar edukasi kepada calon pengantin dapat menjangkau seluruh lapisan secara maksimal.
Melalui pendampingan tersebut, pasangan yang akan membangun rumah tangga dibekali pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, serta perencanaan kehamilan yang matang. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun anak di masa mendatang.
Salah seorang penerima Sertifikat ELSIMIL mengaku memperoleh banyak manfaat dari pendampingan yang diberikan. Selain mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi, ia juga memahami pentingnya menjaga kondisi tubuh dan mempersiapkan kehamilan secara terencana sebelum memiliki keturunan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap program ELSIMIL terus dimanfaatkan oleh seluruh calon pengantin sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun keluarga yang sehat sejak awal. Dengan kesiapan yang lebih baik sebelum menikah dan hamil, upaya melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, sekaligus bebas stunting diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









