Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Baznas Suntik Modal Usaha, Mustahik di Meranti Didorong Naik Kelas

Penyerahan bantuan Program Meranti Makmur Baznas Kepulauan Meranti di Aula Baznas, Selatpanjang, Kamis (24/9/2026).

MERANTI – Sebanyak 33 mustahik di Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat suntikan modal usaha melalui Program Meranti Makmur. Bantuan senilai total Rp219 juta itu tak sekadar untuk meringankan beban penerima, tetapi diarahkan menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi.

Bantuan yang disalurkan Baznas Kepulauan Meranti tersebut menyasar empat kelompok usaha. Rinciannya, Z-Mart untuk 9 mustahik sebesar Rp63 juta, Z-Chicken kepada 6 mustahik Rp30 juta, Santri Preneur untuk 8 mustahik Rp56 juta, serta Single Parent kepada 10 mustahik senilai Rp70 juta.

Pemkab Kepulauan Meranti ingin modal tersebut benar-benar berkembang. Penerima diharapkan tidak terus berada pada posisi sebagai penerima zakat, tetapi perlahan mampu memiliki penghasilan sendiri hingga suatu saat menjadi muzaki.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim mengatakan, pola pemberdayaan seperti itu diperlukan agar zakat memberikan dampak ekonomi dalam jangka panjang.

“Kita ingin bantuan sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan saja. Lebih dari itu, kita ingin membangun kemandirian ekonomi masyarakat sehingga semakin banyak keluarga yang mampu berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya di Selatpanjang, Kamis (24/9/2026).

Karena itu, penerima diminta menjadikan bantuan tersebut sebagai modal yang harus dikelola serius. Memulai usaha dari skala kecil, menurut Atan, bukan persoalan selama dijalankan secara konsisten.

“Jangan takut untuk memulai dari kecil. Yang paling penting adalah kemauan untuk berusaha, disiplin dalam mengelola keuangan, menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Ketua Baznas Kepulauan Meranti H. Mustafa mengatakan, penerima bantuan tidak dipilih begitu saja. Mereka terlebih dahulu melewati proses verifikasi dan survei sesuai ketentuan Baznas.

“Total bantuan yang diberikan pada pagi ini kepada penerima manfaat zakat sebesar Rp219 juta,” jelas Mustafa.

Setelah modal disalurkan, Baznas juga tidak akan melepas penerima berjalan sendiri. Pemantauan dan pendampingan bakal dilakukan untuk melihat perkembangan usaha sekaligus memastikan dana zakat digunakan sesuai tujuan program.

“Ketika ada pemantauan dari kami, jangan merasa risih. Itu memang tanggung jawab kami. Kita saling berkomunikasi dan berkolaborasi agar tujuan utama program ini betul-betul dapat terlaksana,” ujarnya.

Target akhirnya cukup jelas. Baznas berharap usaha yang dirintis para penerima mampu berkembang, meningkatkan pendapatan keluarga dan mengubah posisi mereka secara bertahap dari mustahik menjadi muzaki.

Atan menilai upaya tersebut juga membutuhkan kolaborasi pemerintah, Baznas, dunia usaha dan masyarakat agar program pemberdayaan tidak berhenti setelah bantuan diberikan.

“Pembangunan Meranti tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha dan seluruh masyarakat,” tambahnya.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari