Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Air Terbatas, 70 Personel Berjibaku Jinakkan Api di Gambut Rimbo Panjang

KAMPAR – Air menjadi barang paling berharga bagi 70 personel gabungan yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Di tengah lahan gambut yang dalam dan kobaran api yang terus mengancam meluas, tim hanya mengandalkan pasokan air dari parit kecil dan sumur bor di sekitar lokasi.

Kondisi itu membuat pemadaman tak bisa dilakukan dengan sekali siram. Setiap bagian lahan harus dibasahi berulang kali hingga ke lapisan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan. Jika hanya api di atas tanah yang dipadamkan, bara di dalam gambut masih berpotensi kembali menyala.

Selama sekitar 10 jam, Selasa (8/9/2026), personel Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni dan Pemerintah Desa bekerja tanpa henti. Operasi yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut baru berakhir sekitar pukul 18.00 WIB setelah seluruh titik api berhasil dikendalikan.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S., S.I.K. turun langsung memimpin operasi pemadaman. Dari lokasi, ia memastikan proses penyiraman sekaligus pendinginan dilakukan secara menyeluruh agar tidak menyisakan bara yang dapat memicu kebakaran susulan.

“Perjuangan ini tidak mudah. Gambut yang dalam dan air yang terbatas menjadi ujian nyata bagi kita semua. Namun karena kita bersatu, api berhasil kita taklukkan,” kata Boby.

Kebakaran terjadi di Jalan Manunggal, Dusun III, RT/RW 002/002, Desa Rimbo Panjang. Lokasi berjarak sekitar 20 kilometer dari Mapolsek Tambang dengan kondisi medan yang dipenuhi semak belukar dan karakteristik tanah gambut dalam.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, sebanyak 70 personel dikerahkan. Mereka terdiri atas 40 personel Polri, enam personel TNI, 12 personel BPBD, 10 personel Manggala Agni dan dua perwakilan Pemerintah Desa.

Sumber air yang terbatas membuat strategi pemadaman menjadi bagian penting dari operasi. Tim memanfaatkan parit batas lahan berukuran sekitar 1×1 meter serta sumur bor di sekitar lokasi. Air kemudian dialirkan menggunakan mesin pemadam dan selang menuju titik-titik yang terbakar.

Bukan hanya memadamkan api, personel juga membuat sekat untuk menghentikan perambatan api ke area yang belum terbakar. Setelah api di permukaan berhasil dijinakkan, proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal di dalam lapisan gambut.

Sekitar pukul 18.00 WIB, perjuangan panjang itu membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan lagi titik api maupun kepulan asap di area sekitar satu hektare yang terbakar.

Meski titik kebakaran tidak terpantau dalam Aplikasi DLK, pengecekan langsung di lapangan memastikan kondisi kawasan telah aman dan stabil.

Peristiwa tersebut sekaligus memperlihatkan tantangan pemadaman Karhutla di lahan gambut. Api yang tampak kecil di permukaan bisa menjalar di bawah tanah, sementara keterbatasan sumber air membuat setiap liter air harus digunakan secara efektif.

Kapolres Kampar kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Saya sampaikan Maklumat resmi Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., yang menginstruksikan seluruh masyarakat dan jajaran agar menghentikan segera praktik membuka lahan dengan cara membakar. Ini bukan sekadar larangan, melainkan upaya bersama menyelamatkan bumi kita,” tegasnya.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari