Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

32 Siswa Ponpes Al Amin Siak Mual dan Muntah, Diduga Usai Santap MBG

SIAK – Sebanyak 32 siswa Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, mengalami mual dan muntah. Keluhan itu dilaporkan muncul sejak Jumat, 9 Oktober 2026, diduga setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah siswa harus menjalani perawatan di Puskesmas Lubuk Dalam. Dua siswa lainnya dirujuk ke rumah sakit di wilayah Kerinci karena kondisinya lebih serius.

Salah seorang siswa mengatakan keluhan tersebut mulai dirasakan setelah mereka menyantap makanan MBG.

“Dari hari Jumat, setelah makan MBG, awalnya kami merasa mual dan muntah,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan pihak ponpes, bahan makanan yang digunakan berasal dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). SPPG Rawang Kao memasok ayam yang telah diungkep, sedangkan SPPG KLO 11 Koto Gasib memasok tempe dan sambal dalam kondisi mentah.

Bahan makanan itu tiba sekitar pukul 03.00 WIB sebelum diolah oleh pihak ponpes. Namun, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa atau membuktikan kaitannya dengan makanan MBG.

Dinas Kesehatan Kabupaten Siak kini memeriksa sampel makanan untuk mengetahui kemungkinan penyebab kejadian tersebut.

Wartawan telah meminta keterangan Vebri, Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG, mengenai kronologi kejadian, proses penyediaan dan distribusi makanan, serta langkah penanganan terhadap siswa yang mengalami mual dan muntah. Namun, Vebri belum dapat memberikan penjelasan lengkap.

Mengenai kunjungannya ke Puskesmas Lubuk Dalam, Vebri mengatakan kegiatan itu berkaitan dengan investigasi. Saat ditanya tentang tenaga ahli gizi, ia menyebut tenaga tersebut masih dalam perjalanan dan meminta wartawan menunggu sekitar empat hari untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, Syarifudin dari Puskesmas Lubuk Dalam mengatakan sampel makanan masih diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Siak. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tiga hari kerja.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti mual dan muntah yang dialami 32 siswa tersebut belum diketahui. Hasil pemeriksaan sampel makanan dan penjelasan lebih lengkap dari pihak SPPG masih ditunggu untuk memastikan penyebab kejadian itu. (fin/ppos)

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari