Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Tak Cuma Padamkan Api, Personel Damkar Pekanbaru Digembleng Hadapi Situasi Darurat

Latihan peningkatan kompetensi teknis yang berlangsung Selasa (13/10/2026).

PEKANBARU – Tugas pemadam kebakaran kini tak sebatas menjinakkan si jago merah. Petugas juga dituntut memiliki kemampuan penyelamatan dalam berbagai kondisi darurat, mulai dari evakuasi korban hingga penanganan satwa berbahaya di permukiman warga.

Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru menggandeng Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru menggelar latihan peningkatan kompetensi teknis, Selasa (13/10/2026).

Sebanyak 30 personel Damkar mengikuti pelatihan yang difokuskan pada peningkatan keterampilan penyelamatan, ketahanan fisik dan mental, serta kecepatan merespons situasi darurat.

Kepala DPKP Pekanbaru, Zarman Candra, S.STP., M.Si., mengatakan kemampuan petugas harus terus diasah seiring meningkatnya tantangan penyelamatan di lapangan.

Terlebih, kondisi cuaca yang tidak menentu serta potensi kebakaran rumah dan gedung menuntut kesiapan personel dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat.

“Kolaborasi dengan Basarnas ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan personel agar dapat melakukan penyelamatan secara cepat, tepat, dan benar,” ujar Zarman.

Menurutnya, pelatihan tersebut juga sejalan dengan arahan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, agar setiap laporan kedaruratan masyarakat mendapat penanganan cepat dan profesional.

Selain menghadapi kebakaran, petugas Damkar juga harus siap melakukan evakuasi korban maupun menangani gangguan satwa berbahaya, seperti ular dan biawak yang masuk ke lingkungan permukiman.

Zarman turut mengapresiasi dukungan Basarnas Pekanbaru dalam memperkuat kemampuan penyelamatan personelnya.

“Atas nama DPKP Kota Pekanbaru, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Bapak Budi Cahyadi, atas kesempatan dan dukungan kerja sama dalam pelaksanaan pelatihan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, S.Sos., M.M., menilai latihan bersama menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kemampuan sekaligus koordinasi antarpersonel di lapangan.

Kolaborasi tersebut juga membuka ruang pertukaran keterampilan antara petugas SAR dan Damkar, khususnya dalam penanganan kebakaran, evakuasi korban, hingga penyelamatan pada berbagai kondisi darurat.

Budi menekankan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Setiap petugas penyelamatan juga harus memiliki pengetahuan dan sikap profesional saat menjalankan tugas.

“Kami berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Kunci pengembangan kompetensi adalah SKA, yakni Skill, Knowledge, dan Attitude,” tutur Budi.

Melalui pelatihan tersebut, kedua instansi diharapkan semakin solid dalam menghadapi keadaan darurat, sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.

Sebab, dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan petugas menjadi faktor penting untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari