Rumah Terbakar, Guru SMPN 5 Rangsang Dapat Dukungan dari Pemkab dan Rekan Seprofesi
MERANTI – Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah seorang guru SMP Negeri 5 Rangsang, Susi Winarti, S.Pd., di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, menyisakan kehilangan bagi keluarga. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung tersebut terbakar pada Sabtu (22/8/2026), membuat sejumlah harta benda milik korban ikut musnah.
Lima hari setelah kejadian, perhatian datang dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama jajaran pendidikan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, mewakili Bupati H. Asmar, mendatangi kediaman Susi pada Kamis (27/8/2026).
Kedatangan tersebut tidak sekadar untuk melihat kondisi korban. Sudandri membawa bantuan yang dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari Bupati Kepulauan Meranti, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga para guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Bantuan itu diharapkan dapat membantu Susi dan keluarganya melewati masa sulit sekaligus memenuhi kebutuhan setelah kehilangan sejumlah barang akibat kebakaran.
Sudandri mengatakan Bupati H. Asmar sebenarnya ingin datang langsung menemui korban. Namun, kondisi kesehatan membuat Bupati tidak dapat hadir sehingga dirinya diminta untuk mewakili bersama jajaran PGRI, Dinas Pendidikan dan Korwil.
“Pak Bupati ingin datang langsung menjenguk saudara kita yang ditimpa cobaan ini. Namun karena beliau dalam keadaan sakit, beliau perintahkan saya untuk mendampingi bersama kawan-kawan PGRI, Dinas Pendidikan serta jajaran Korwil,” ujar Sudandri.
Ia meminta Susi dan keluarga tidak larut dalam kesedihan. Menurutnya, musibah yang datang secara tiba-tiba memang meninggalkan kerugian, tetapi kehidupan harus tetap dilanjutkan.
“Apabila kita ditimpa cobaan atau musibah, yang patut kita sampaikan adalah innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Mudah-mudahan rezeki yang sementara terkorbankan akibat musibah ini segera diganti oleh Allah SWT,” katanya.
Selain membawa bantuan, Sudandri juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat agar lebih berhati-hati terhadap sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama menghadapi kondisi cuaca kering. Penggunaan perangkat elektronik di rumah juga perlu diperhatikan karena kerusakan instalasi maupun perangkat dapat menyebabkan korsleting.
“Bukan hanya api, elektronik juga bisa memicu korsleting. Itu juga kita harus hati-hati,” ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









