Penyisiran Diperluas, Tim SAR Berpacu dengan Arus Cari Dua Pekerja Sagu yang Hilang
MERANTI – Harapan menemukan dua pekerja sagu yang hilang akibat kapal pompong tenggelam di Perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, masih terus diupayakan. Memasuki hari kedua operasi pencarian, Selasa (4/8/2026), Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran dari sebelumnya 4 nautical mile (NM) pada hari pertama menjadi 5 NM untuk mengantisipasi pergerakan korban yang diduga terbawa arus.
Perluasan radius pencarian dilakukan setelah evaluasi hasil operasi pada Senin (3/8/2026) belum membuahkan hasil. Dengan mempertimbangkan kondisi arus laut, arah angin, dan cuaca di lokasi kejadian, tim memperlebar jangkauan penyisiran agar peluang menemukan kedua korban semakin besar.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan seluruh unsur yang terlibat masih terus melakukan pencarian secara intensif di titik-titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
“Hari pertama pencarian dilakukan dengan radius 4 NM. Memasuki hari kedua, area pencarian diperluas menjadi 5 NM berdasarkan hasil evaluasi dan analisis kondisi arus serta cuaca di lokasi,” ujar Prima Harrie Saputra kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Musibah itu terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebuah kapal pompong yang membawa empat pekerja penebang sagu tenggelam setelah dihantam angin kencang dan gelombang tinggi saat melintas di Perairan Desa Mengkikip.
Sebelumnya, keempat pekerja tersebut berangkat dari Desa Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Mertas untuk melakukan aktivitas penebangan sagu. Perjalanan yang awalnya berlangsung normal berubah menjadi kepanikan ketika cuaca mendadak memburuk.
“Kapal berangkat membawa empat pekerja penebang sagu menuju Sungai Mertas. Saat melintasi Perairan Desa Mengkikip, kapal diterpa angin kencang dan gelombang tinggi hingga oleng, kemasukan air, lalu tenggelam,” kata Prima.
Di tengah kondisi darurat, dua penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan memanfaatkan jeriken minyak sebagai pelampung hingga berhasil mencapai daratan.
Korban selamat diketahui bernama Ivan (30) dan Bobi (30), keduanya merupakan warga Desa Kampung Balak, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
Sementara itu, dua korban lainnya masih belum ditemukan. Mereka adalah Amir (50), nakhoda kapal asal Desa Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, dan Iqbal (25), warga Desa Kampung Balak, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
“Dua korban berhasil selamat setelah menggunakan jeriken minyak sebagai pelampung darurat. Hingga saat ini dua korban lainnya masih dalam pencarian dan menjadi prioritas operasi SAR gabungan,” ungkapnya.
Operasi pencarian melibatkan enam personel Basarnas, tiga personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, satu personel Ditpolairud Polda Riau, satu personel TNI AL, serta lebih dari 50 warga yang turut membantu menyisir lokasi kejadian.
Selain penyisiran di permukaan laut, Tim SAR Gabungan juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memperbarui pola pencarian sesuai perkembangan arus, arah angin, dan kondisi cuaca di lapangan. Upaya tersebut dilakukan agar proses pencarian terhadap kedua korban dapat berlangsung lebih efektif dan peluang penemuan semakin besar.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









