Lepas Petinju Meranti ke Kampar, Muzamil: Mental Juara Harus Lebih Kuat dari Tekanan di Ring
MERANTI – Pesan berbeda disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M., M.M., saat melepas atlet tinju daerah yang akan berlaga pada Kejuaraan Provinsi Tinju Amatir Elite Riau 2026 di Kabupaten Kampar, Rabu (2/9/2026) sore.
Di rumah dinasnya di Jalan Dorak, Selatpanjang, Muzamil tidak hanya berbicara mengenai target medali. Ia justru mengingatkan para petinju bahwa tantangan terbesar dalam olahraga bela diri bukan semata-mata lawan yang berada di seberang ring, melainkan bagaimana seorang atlet mampu mengendalikan mentalnya sendiri.
Kejuaraan di Kampar tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi menuju PON Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara. Karena itu, Muzamil meminta para atlet memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membuktikan bahwa Meranti memiliki petinju yang mampu bersaing.
“Yang paling penting dalam olahraga bela diri adalah mental. Percuma kita punya kemampuan bela diri yang bagus kalau tidak punya mental yang baik. Ketika sudah berada di atas ring, tidak ada pelatih yang bisa membantu, tidak ada teman dan tidak ada keluarga yang bisa ikut bertarung,” ujar Muzamil.
Menurutnya, situasi pertandingan bisa saja berubah karena tekanan dari penonton, teriakan pendukung lawan maupun kondisi pertandingan yang tidak sesuai dengan perkiraan. Semua itu harus dihadapi dengan ketenangan.
“Di atas ring itu ruang kita dengan lawan dan wasit. Karena itu, atlet harus mampu menguasai dirinya sendiri. Kalau punya mental yang baik dan mental juara, saya yakin peluang untuk memenangkan pertandingan akan semakin besar,” katanya.
Muzamil juga meminta para atlet tidak terpancing dengan suasana di sekitar arena. Ia ingin para petinju tetap fokus pada strategi, instruksi pelatih dan tujuan utama yang hendak dicapai.
“Jangan sampai teriakan penonton atau dukungan kepada lawan menjatuhkan mental. Tetap fokus, konsentrasi dan jangan terganggu oleh hal-hal yang sepele,” pesannya.
Di sisi lain, Muzamil menegaskan kemenangan tetap menjadi tujuan dalam pertandingan. Namun, kemenangan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan sportivitas.
“Memang kita bertanding untuk menang. Tetapi menanglah dengan cara yang baik, fair dan sportif. Bertandinglah dengan gagah dan berani, tetapi tetap dengan etika yang tinggi,” tegasnya.
Ia mengatakan prestasi yang diraih dengan cara yang benar akan menjadi kebanggaan yang lebih besar, bukan hanya bagi atlet tetapi juga keluarga dan daerah yang diwakili.
“Kami sangat bangga apabila anak-anak sekalian bisa mengukir prestasi. Tetapi prestasi itu harus diraih dengan cara yang baik. Tidak ada gunanya meraih kemenangan dengan cara yang salah,” lanjut Muzamil.
Kepada pelatih dan ofisial, ia meminta pendampingan tidak berhenti pada persoalan teknis pertandingan. Kondisi fisik, psikologis dan pola istirahat atlet juga harus menjadi perhatian.
Muzamil bahkan mengingatkan agar penggunaan telepon seluler dibatasi selama masa kejuaraan. Menurutnya, komunikasi dengan keluarga tetap diperlukan, tetapi jangan sampai aktivitas di luar pertandingan mengganggu konsentrasi atlet.
“Kalau bisa selama mengikuti acara ini, HP dijauhkan dulu. Pada waktu tertentu saja digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan keperluan penting. Atlet harus benar-benar fokus mempersiapkan diri,” ujarnya.
Salah satu atlet yang ikut dalam rombongan tersebut adalah Sayna Safira. Ia datang dengan modal prestasi yang cukup menjanjikan setelah meraih medali emas di GOR Tanjung Pandan, Belitung, pada 25 April 2026.
Sayna sebelumnya juga menyumbangkan medali emas untuk Riau pada Popnas XVII Jakarta 2025 dan Pra-Popnas 2024, serta menjadi juara Fighter Wanted Boxing Championship Batam 2024.
Muzamil berharap seluruh atlet mampu membawa pengalaman dan prestasi tersebut ke atas ring di Kampar.
“Selamat pergi dan selamat kembali. Harumkan nama Kabupaten Kepulauan Meranti. Kalau pun kalah, kita harus kembali dengan kepala tegak. Kalah dengan cara yang baik. Kalau mendapat kemenangan, kami berharap itu kemenangan yang baik,” tuturnya.
Pelepasan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Suardi, M.Pd., Kepala Disporapar Kepulauan Meranti Syaiful Bakhri, S.T., Sekretaris Disporapar Husni Mubarak, Kabid Pemuda dan Olahraga Dedi Syahroni, Kepala Disdikbud Meranti Raja Yusran, Ketua KONI Kepulauan Meranti Hidayat Abdurrahman, S.E., beserta pengurus, pelatih Edy Supiyanto, atlet dan orang tua.
Rombongan kemudian diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang untuk menuju lokasi kejuaraan di Kabupaten Kampar.
Muzamil pun menutup pesannya dengan doa agar seluruh atlet dan ofisial diberikan keselamatan serta kekuatan selama menjalani pertandingan.
“Semoga Allah SWT memberikan keselamatan, kekuatan dan kemudahan kepada seluruh atlet dan ofisial selama mengikuti kejuaraan ini,” pungkasnya.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









