Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Keluarga Pilih Ikhlas atas Meninggalnya MA, Minta Semua Pihak Hormati Sikap Ahli Waris

Perwakilan Partai NasDem Riau dan Kepulauan Meranti berziarah ke makam MA di Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, Senin (14/9/2026) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Rony juga menyayangkan munculnya berbagai informasi dan narasi yang berkembang setelah meninggalnya MA. Menurutnya, persoalan ini seharusnya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

Ia mengajak seluruh pihak menghormati keluarga almarhum, apalagi persoalan tersebut berkembang dan berpotensi menjadi konflik sosial maupun politik. Terlebih, nama kader NasDem Lianita Muharni turut disebut dalam rangkaian peristiwa sebelum MA meninggal dunia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ahliwaris, Wawan Kurniawan SH, menegaskan bahwa pihak keluarga telah menerima kepergian MA sebagai sebuah musibah.

Menurutnya, orang tua almarhum selaku ahliwaris telah mengikhlaskan kepergian anak mereka. Atas dasar itu, keluarga juga menyatakan tidak akan melakukan upaya hukum terkait kejadian tersebut di kemudian hari.

“Ahliwaris selaku orang tua dari almarhum telah menerima secara ikhlas meninggalnya almarhum sebagai musibah. Para pihak selaku ahliwaris tidak akan melakukan upaya hukum apa pun hingga kemudian hari,” kata Wawan.

Wawan berharap sikap keluarga tersebut dapat dihormati oleh semua pihak. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi memperkeruh suasana dengan berbagai narasi yang dapat mengganggu keluarga yang sedang berduka.

“Ahliwaris meminta kepada kita semua untuk mendoakan agar almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Darwin, tokoh masyarakat sekaligus tetangga almarhum. Ia meminta tidak ada lagi pihak yang memanfaatkan kondisi duka keluarga sebagai alat untuk menyerang pihak lain ataupun mengejar kepentingan tertentu.

“Kami tidak takut terhadap guncangan dari luar, termasuk keluarga sendiri. Gak ada keuntungan bagi kita, kerugian yang ada,” ujar Darwin.

Darwin mengatakan, orang tua almarhum sudah cukup menderita karena kehilangan anak. Namun, masih ada pihak-pihak yang mencoba membesarkan persoalan sehingga membuat keluarga semakin terganggu di tengah masa duka.

“Apalagi orang tuanya (almarhum) menderita macam itu dibuat masalah yang tidak-tidak lagi,” tuturnya.

Ia mengatakan, almarhum dikenal sebagai anak yang baik dan telah dikenalnya sejak lama.

“Kami menilai anak kami (almarhum) dari awal. Kami sudah 41 tahun di sini. Kebetulan anak saya dengan almarhum kompak memang mulai dari SD,” tuturnya.

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari