Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Kabel Internet Semrawut Bakal Ditata, Pemkab Meranti Libatkan PLN dan ISP

MERANTI – Keberadaan kabel jaringan telekomunikasi yang menjuntai di sejumlah ruas jalan hingga pemasangan yang belum tertata mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain dinilai mengganggu keindahan kota, kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Untuk menjawab persoalan itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti membentuk Tim Penataan Utilitas dan Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi. Tim ini akan menjadi wadah koordinasi antara pemerintah daerah, PLN, dan seluruh penyedia layanan internet (ISP) guna mewujudkan penataan jaringan yang lebih aman, tertib, dan memiliki kepastian aturan.

Pembentukan tim tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis (30/7/2026). Hadir dalam pertemuan itu Kepala DPMPTSP, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotik), Dinas Perhubungan, Bagian Hukum, Bagian Ekonomi, perwakilan PT PLN (Persero), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), serta sejumlah penyedia jasa internet.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Kepulauan Meranti, Ira Selda Safitri, menjelaskan pembentukan tim merupakan tindak lanjut dari berbagai pembahasan yang telah dilakukan bersama para pemangku kepentingan. Melalui tim terpadu tersebut, pemerintah ingin menyatukan langkah dalam menyelesaikan persoalan penataan jaringan telekomunikasi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Tengku Arifin menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin menghambat perkembangan investasi di sektor telekomunikasi. Namun, pertumbuhan jaringan harus diimbangi dengan penataan yang baik agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

“Kita ingin jaringan telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Meranti tertata dengan baik, sehingga memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus mendukung wajah kota yang lebih rapi. Pemerintah daerah tidak bermaksud menghambat investasi, tetapi ingin seluruh penyedia layanan bersama-sama menjaga ketertiban,” ujarnya.

Menurutnya, masih ditemukan kabel jaringan yang dipasang tanpa penataan yang memadai, mulai dari menjuntai di jalan lingkungan hingga memanfaatkan tiang listrik secara tidak teratur. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan masyarakat sekaligus mengurangi estetika kawasan perkotaan.

Rencana penataan itu mendapat respons positif dari para penyedia layanan internet. Perwakilan ISP, Ashari, menyampaikan dukungannya terhadap langkah pemerintah daerah, namun berharap penataan tersebut segera didukung regulasi yang jelas agar seluruh penyelenggara memiliki acuan yang sama.

Selain itu, para penyedia layanan mengusulkan agar pendekatan yang digunakan lebih mengedepankan konsep penataan dibanding penertiban. Mereka juga mendorong lahirnya standar teknis pemasangan jaringan, sistem penandaan (marking) kabel, hingga pelatihan bagi para teknisi untuk meningkatkan kualitas pekerjaan di lapangan.

Sementara itu, perwakilan Diskominfotik menjelaskan komunikasi dengan penyedia layanan internet selama ini terus dilakukan. Meski demikian, penataan secara menyeluruh dinilai membutuhkan dasar hukum yang kuat agar seluruh penyelenggara, termasuk perusahaan dari luar daerah, memiliki kewajiban yang sama dalam mematuhi aturan.

Hal senada disampaikan Bagian Hukum Setda Kabupaten Kepulauan Meranti. Pembentukan tim dinilai menjadi langkah awal sebelum pemerintah menyusun regulasi yang lebih komprehensif dalam bentuk Peraturan Bupati sebagai dasar penataan utilitas dan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Dengan terbentuknya tim terpadu tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap penataan kabel dan infrastruktur telekomunikasi dapat dilakukan secara bertahap, menciptakan lingkungan yang lebih aman, rapi, dan nyaman, sekaligus memberikan kepastian bagi para penyedia layanan dalam mengembangkan jaringan telekomunikasi di daerah.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari